BI Sumut Siap Layani Pemenuhan Uang Selama Ramadan dan Lebaran

Medan I rakyatmedan-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (KPw BI Sumut) siap memenuhi kebutuhan  ramadan dan Idul Fitri 1442 H di masa pandemi Covid-19 ini dengan memproyeksikan penarikan uang di wilayah kerja Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Utara berkisar Rp.2,6 triliun atau naik sekitar 4% (yoy).

“Pada masa pandemi Covid-19 di 2020 serapan uang pecahan kecil mengalami penurunan yang signifikan sekitar 92% (yoy) atau sekitar Rp.2,5 triliun,” kata Kepala Bank Indonesia Sumut, Soekowardojo, Rabu (7/4/2021).

Soekowardojo juga menyebutkan untuk wilayah Kantor Depot Kas (DKW) Sumut yang meliputi Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Aceh berkisar Rp.8,9 triliun atau naik sekitar 12% (yoy).

“Ini tentunya iklim yang baik dari wujud sinergisitas yang terbangun antara Bank Indonesia dengan Perbankan dan BPR dalam memberikan pemenuhan uang layak edar ke masyarakat,” katanya.

Pada Koordinasi Layanan Penyediaan Kebutuhan Uang Layak Edar Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442H/2021 dengan 58 pimpinan bank umum di Medan, Soekowardojo mengakui dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, layanan perbankan kepada masyarakat mengalami keterbatasan untuk berinteraksi langsung.

Namun KPw BI Sumut dan perbankan berupaya memberikan layanan pemenuhan uang dalam jumlah nominal yang cukup, pecahan yang sesuai dan dalam kondisi layak edar.

Dalam koordinasi dengan Pimpinan perbankan menyambut Ramadan dan Idul Fitri 1442H/2021 itu mengangkat tema “Ramadhan Penuh Berkah dengan Cinta, Bangga dan Paham Rupiah.

Kepala KPw BI Sumut ni juga menyampaikan strategi yang dilakukan BI untuk pemenuhan uang kartal ke daerah yang dikategorikan 3T (Terdepan, Terluar dan Terpencil) yakni dengan cara melakukan kas keliling secara Wholesale bekerjasama dengan PERBARINDO / BPR, Kantor Pos dan Pegadaian serta perbankan yang beroperasional di daerah 3T tersebut.

Pada pertemuan itu KPw BI Sumut juga memberi kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan ke 75 tahun NKRI (UPK-75)

“Masyarakat bisa melakukan penukaran UPK-75 dengan maksimum 100 lembar per KTP tiap hari dan dapat menukar kembali pada hari berikutnya,” ungkap Soekowardojo

Untuk pelaksanaan penukaran UPK-75 itu , kata Soekowardojo BI Sumut bekerjasama dengan perbankan untuk memfasilitasi dan
memberikan layanan kepada nasabahnya. Dengan demikian  masyarakat yang jauh dari Kantor Bank Indonesia dapat dengan mudah mendapatkan UPK-75.

Disebutkan, dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 22/11/PBV/2020 tentang Pengeluaran Uang Rupiah Khusus, UPK-75 sejak diterbitkan merupakan alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah NKRI, dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran sebagaimana uang Rupiah lainnya. Selain itu dapat untuk berbelanja dan bertransaksi lainnya disamping disimpan sebagai koleksi.

Pada pertemuan itu, Soekowardojo juga memberikan apresiasi kepada 5 bank yang melakukan penukaran UPK-75 terbanyak kepada nasabahnya sejak diberlakukannya pada 18 Agustus 2020 hingga Maret 2021.

Kelima bank tersebut yakni Bank Mandiri sebanyak 135.366 lembar, Bank Mestika69.960 lembar, BCA 63.850 lembar, Bank Danamon 39.119 lembar dan Bank Mayapada sebanyak 10.246 lembar.

Soekowardojo juga mendorong kepada perbankan lainnya untuk dapat menyediakan layanan penukaran UPK-75 kepada nasabahnya.

Dalam upaya memberikan edukasi dan pemahaman masyarakat untuk mengenal ciri-ciri keaslian uang Rupiah sambungnya, pihaknya telah membuat tagline “Cinta, Bangga dan Paham Rupiah”.

“Maksud dari tagline tersebut adalah Cinta Rupiah agar masyarakat dapat mengenali, merawat dan menjaga uang Rupiah kita,” katanya.

Sedangkan maksud dari Bangga Rupiah adalah terhadap Rupiah adalah Bangga sebagai simbol kedaulatan, alat pembayaran yang sah dan bangga sebagai pemersatu bangsa.

Sedangkan maksud dari paham Rupiah bilangnya lagi, adalah agar masyarakat dapat memahami uang Rupiah dapat digunakan sebagai alat bertransaksi yang sah, berbelanja dan berhemat sebagai tabungan.( rm-04)