Cegah Deflasi Berlanjut, Kepala Daerah di Sumut Diminta Optimalkan Daya Serap Anggaran

Medan I rakyatmedan-Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmaydi menyebutkan wabah virus Covid -19 menyebabkan pertumbuhan ekonomi dunia termasuk Indonesia berdampak negatif.

“Kita prihatin akibat Covid 19  pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada 2020 berkisar 1,21 persen,” kata Gubsu Edy Rahmayadi pada high level meeting  Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan launching Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Sumatera Utara di Hotel Adi Mulia Medan, Jumat (9/4/2021)

Menurut Gubsu, akibat perekonomi yang melemah itu menyebabkan ekonomi Sumut mengalami kontraksi  -1,07 persen.

Selain itu Gubsu juga menyebutkan saat ini Sumut mengalami deflasi 0,08 persen. Kondisi itu terjadi akibat beberapa faktor.

Untuk mencegh deflasi itu berlanjut, Gubsu berharap agar Bupati dan Walikota segera mengoptimalkan daya serap anggaran, baik APBN maupun APBD.

Sebab saat ini daya serap anggaran katanya masih minim. Di Sumut daya serap anggaran sudah 20 persen. Namun dia menyayangkan masih ada daerah  yang daya serapnya masih 0 persen.

“Segeralah lakukan tender atau lelang untuk pembangunan secara fisik sehingga terjadi perputaran uang itu,” ungkapnya

Langkah berikutnya Gubsu juga meminta agar menghilangkan para  distributor nakal. Karena itu diperlukan agar pihak terkait melakukan penindakan terhadap distributor nakal.

Gubsu juga menyebutkan kebijakan lainnya adalah menaikkan pajak atas penggunaan bahan bakar kendaraan bermotor
(PBBKB). Karena dengan adanya kenaikan akan mendapatkan masukan lebih Rp 850 miliar, sehingga bisa menutupi deflasi.

Langkah berikutnya adalah upaya penurunan harga yang terus melonjak, seperti cabai merah dan rawit serta bawang merah dan putih serta beberapa komoditas lainnya.

Gubsu mengaku heran terjadinya kenaikan harga- harga cabai merah atau rawit dan bawang merah dan putih, sehingga terjadi kelangkaan barang- barang komoditas tersebut.

Menurut Gubsu seharusnya tidak ada alasan terjadinya kenaikan harga cabai merah. Pasalnya komoditi itu dijual ke Pekanbaru dan Riau, sehingga persediaan di Sumut kosong.

“Jadi kegiatan ini saya kira sangat penting bagi kita untuk berkordinasi dalam mengendalikan harga komoditas khususnya di saat perayaan Hari Besar Agama seperti ramadan dan lebaran. Dengan demikian bersama- sama serius menaikkan pertumbuhan ekononi demi membangun Sumut,” kata Gubsu.

Pada high level meeting TPID dan launching TP2DD Sumut selain  dihadiri  Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Soekowardojo juga
Ketua DPRD Sumut, Bupati/Walikota se-Sumatera Utara, Pimpinan Forkopimda Sumut, Kepada regiona! V OJK Sumatera Bagian Utara, Kepala Bu!op Divre Sumut.

Turut hadir juga Ketua Satgas Pangan Sumut, Pimpinan Perbankan dan Kepala Dinas OPD se-Sumut. (rm-04)