Kepala BI: Vaksinasi Kunci Pemulihan Pertumbuhan Ekonomi Sumut

Medan I rakyatmedan-Sebagaimana diketahui pandemi Covid-19 memberikan tekanan terhadap kinerja perekonomian G!oba!, Indonesia, termasuk Sumatera Utara.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Soekowardojo menyebutkan
perekonomian Sumatera Utara pada 2020 tercatat -1,07% (yoy). Dari sisi suplai, penurunan terjadi hampir di seluruh lapangan usaha utama. Sektor-sektor yang terkait pariwisata seperti transportasi, penyediaan akomodasi dan makan minum serta perdagangan mengalami dampak terbesar seiring terbatasnya mobilitas masyarakat.

” Sementara !emahnya permintaan menahan kinerja sektor industri pengo!ahan secara umum,” kata Soekowardojo pada high level meeting  Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan launching Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Sumatera Utara di Hotel Adi Mulia Medan, Jumat (9/4/2021)
Kegiatan TP2DD merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengakse!erasi perluasan elektronifikasi dan digitalisasi di daerah.

“Di tengah pandemi, tentunya kebijakan strategis ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dan pe!ayanan kepada masyarakat serta Peningkatan Pendapatan Asli Daerah sehingga pada gilirannya juga mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkap  Soekowardojo

Penyelenggaraan High Level Meeting TPID juga dirangkai dengan launching TP2DD Sumut itu turut dihadiri Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, ketua DPRDSU, bupati/walikota dan pimpinan Forkopimda di Sumut.

Soekowardojo menjelaskan,  dengan telah diterbitkannya Keputusan Presiden No. 3 Tahun 2021, tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas P2DD) pada 4 Maret 2021, tentu ini menjadi momentum yang tepat untuk semakin mengakse!erasi perluasan digitalisasi di Sumatera Utara melalui pembentukan TP2DD.

Pada kesempatan itu, Soekowardojo juga mengungkapkan seiring dengan momentum persiapan menyambut Ramadhan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) yang umumnya terjadi peningkatan permintaan dan berpotensi memicu gejo!ak harga.

Menurutnya, fluktuasi harga yang terjadi tersebut umumnya disebabkan oleh keterbatasan pasokan dan permasalahan distribusi.

“Menyikapi kondisi demikian, kiranya kita tetap perlu mencermati bersama ketersediaan komoditas utama penyumbang inflasi, agar tetap dalam jumlah yang cukup dan harga terjangkau, pada fase ramadhan dan lebaran,” tuturnya.

Disebutkannya, perekonomian Sumatera Utara tahun 2020 tercatat -1,07% (yoy). Dari sisi suplai, penurunan terjadi hampir di seluruh lapangan usaha utama.

Ia juga menuturkan, sektor-sektor yang terkait pariwisata seperti transportasi, penyediaan akomodasi dan makan minum, serta perdagangan mengalami dampak terbesar seiring terbatasnya mobilitas masyarakat.

“Sementara lemahnya permintaan menahan kinerja sektor industri pengolahan secara umum,” ujarnya.

Memasuki kuarter pertama 2021, sebutnya  beberapa indikator perekonomian terkini menunjukkan adanya perbaikan dan indikasi pemulihan mulai terlihat.

“Perekonomian triwulan I tahun 2021 diprakirakan tumbuh lebih tinggi dari triwulan sebelumnya,“ ujarnya.

Ia juga menilai penanganan pandemi yang semakin baik, serta keberhasilan ujicoba vaksin menjadi titik terang pemulihan ekonomi. Dari sisi permintaan katanya, perbaikan ekonomi bersumber dari kinerja ekspor, konsumsi rumahtangga dan konsumsi pemerintah.

Dari sisi penawaran, kinerja Lapangan Usaha (LU) pertanian diprakirakan membaik seiring dengan curah hujan yang berangsur normal dan berlangsungnya periode panen tanaman pangan (padi).

BI memperkirakan Lapangan Usaha Industri juga membaik seiring dengan pemulihan ekonomi mitra dagang Utama terutama Amerika Serikat. Di sisi lain, Lapangan Usaha Perdagangan Besar dan Eceran juga diprakirakan tumbuh meningkat sebagai dampak optimisme masyarakat akan implementasi program vaksin. ( rm-04)