JNE Dukung UMKM dan Industri Halal di Sumatera Utara

Medan I rakyatmedan-Keberadaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di masa pandemi covid-19 yang masih mewabah seperti sekarang ini merupakan salah satu faktor penting sebagai penggerak perekonomian Indonesia.

Dalam keterangan tertulis diterima rakyatmedan, Jumat (9/4/2021) disebutkan sejalan dengan hal itu, saat ini juga terjadi peningkatan kesadaran konsumen terhadap kehalalan dan legalitas produk.

Apabila tidak memiliki legalitas dan setifikasi halal, maka akan menghambat pemasaran produk lokal di masa mendatang.

Menyikapi hal ini, JNE yang peduli kepada keberlangsungan UMKM memberi dukungan kepada pihak pelaksana program yang mendukung kemajuan UMKM, khususnya di Sumatera Utara.

Hal ini sejalan dengan yang dilakukan  JNE Medan dalam mensupport kegiatan yang diselenggarakan Universitas Medan Area pada Senin (6/4/2021)

Kepala Cabang Utama JNE Medan
Fikri Alhaq Fachryana mengungkapan, kehadiran logistik dan pengiriman ekspress menjadi sektor utama dalam ekonomi dunia. Ekonomi dunia mengarah pada e- commerce/ekonomi digital.

Menurutnya tiga supporting sistem ekonomi digital, yakni logistik, metode pembayaran dan marketplace.

Disebutkannya JNE sebagai perusahaan logistik dan pengiriman ekspress terbesar di Indonesia, tentu memiliki peran, komitmen dan kewajiban untuk membangun ekonomi digital tersebut.

Fikri menambahkan,  dalam upaya menjamin aspek halal produk, maka JNE mengupayakan penerapan konsep halal dalam bisnis, baik dari proses operasional yang diawali dari transaksi kemudian penyimpanan sampai pendistribusian barang ke konsumen.

Selain itu untuk menginspirasi UMKM dan pelaku bisnis lainnya, JNE juga menggambarkan implementasi syariah dalam manajemen perusahaan, baik manajemen strategi, tata kelola SDM maupun budaya perusahaan.

Namun demikian, JNE sebagai perusahaan swasta nasional bersifat universal untuk seluruh keyakinan beragama, sesuai dengan slogan “Connecting Happiness” yaitu komitmen JNE untuk terus berkontribusi dalam memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Acara ini dikemas dalam bentuk webinar nasional dengan tema Potensi Industri Halal dan UMKM Sumut, yang dihadiri lebih dari 300 partisipan terdiri dari pelaku UMKM dan mahasiswa berasal dari seluruh Indonesia.

Webinar ini dibuka Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumut, mewakili Drs H Musa Rajekshah M Hum selaku wakil Gubernur Sumatera Utara dan Rektor Universitas Medan Area, Prof Dr Dadan Ramdan MEng MSc.

Dalam sambutannnya yang dibacakan Ir. Suherman, Wagub Musa Rajekshah menyampaikan pihaknya bersama institusi pemerintah lainnya terus berupaya menyokong kebutuhan mendasar yang diharapkan masyarakat sebagai konsumen kepada UMKM sebagai pihak produksi.

“Kami mendukung kegiatan ini sebagai langkah untuk mengembangkan teknik perizinan. Kami bersama Dinas UMKM Sumut siap membantu dan mendukung industri halal, melalui sosialisasi dan pelatihan bagi pelaku UMKM yang dapat meningkatkan pengembangan produk maupun taraf hidup pelaku UMKM”, ujarnya.

Rektor UMA Prof Dr Dadan Ramdan menyampaikan, webinar ini diprakarsai  pusat manajemen syariat dan institusi halal UMA ( Universitas Medan Area ) .

Acara yang bertajuk potensi industri halal dan UMKM di Sumatera Utara ini mengahadirkan 3 pemateri inti yaitu Dr. Ridho Haikal, selaku Kabid Pengawasan Dinas UKM dan Koperasi Sumut, Prof. Dr. Khaswar Syamsu selaku Kepala Halal Science Center LPPM IPB, dan Fikri Alhaq Fachryana selaku Kepala Cabang Utama JNE Medan.

Prof. Dr. Khaswar Syamsu dalam materinya yang berjudul, potensi dan proses sertifikasi halal industri dan UMKM menyampaikan, mengkonsumsi makanan halal adalah kewajiban sekaligus hak asasi bagi umat Islam.

Trend permintaan terhadap produk halal dunia saat ini meningkat pesat. Indonesia sendiri merupakan target pasar produk halal dunia.

UMKM memiliki peran penting terhadap perekonomian Indonesia sekaligus menjadi penyedia terbesar produk yang dikonsumsi masyarakat, terutama di masa pandemi ini.

“Karena itu, produk yang disajikan UMKM adalah produk yang wajib bersertifikat halal,” ungkapnya.

Dr. Ridho Haikal mendukung hal yang disampaikan Khaswar Syamsu.

Menurutnya saat ini Dinas UMKM akan siap berkolaborasi dengan berbagai pihak yang berkaitan untuk meningkatkan kualitas dan potensi UMKM.

Salah satu program dari dinas UMKM adalah fokus terhadap beberapa beberapa daerah yang akan menjadi prioritas dalam pengembangan industry halal seperti kawasan Danau Toba.

Dinas UKM akan merekomendasikan beberapa UMKM untuk memperoleh pemenuhan sertifikat maupun informasi terkait aspek halal.

” Untuk itu kami mengajak semua pihak untuk berkontribusi aktif untuk UMKM yang mampu bersaing di tengah persaingan ekonomi digital,,” ujarnya. ( rm-04)