BI Sumut- Perbankan Siapkan Penukaran  Uang Rp 2,6 Triliun untuk Lebaran

Medan I rakyatmedan-Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumatera Utara ( Sumut) bersama perbankan bersinergi dalam melayani kebutuhan penukaran uang selama Ramadan dan Idul Fitri 2021.

“Untuk memudahkan masyarakat Sumut dalam penukaran uang selama ramadan dan Idul fitri, kita persiapkan  Rp 2,6 triliun,,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Soekowardojo pada bincang bareng media (BBM), Kamis (15/4/2021).

Menurut Soekowardojo pada kegiatan yang dilakukan secara tatap muka dan virtual dengan tetap menerapkan Protokol kesehatan (Prokes), dana Rp 2,6 triliun itu meningkat 4 persen dibandingkan
tahun sebelumnya.

Secara nasional,  kata Soekowardojo
Bank Indonesia menyiapkan uang tunai sebesar Rp 152,14 triliun . Jumlah tersebut meningkat 39,33% (yoy) dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 109,20 triliun.

Dijelaskan Soekowardojo, adanya peningkatan 4 persen dibandingkan
tahun sebelumnya itu dinilainya
relatif rendah.

“Sinergitas yang kita lakukan bersama Perbankan dengan mengutamakan transaksi nontunai, sebagai upaya meminimalisir penyebaran Covid-19,” sebutnya.

Untuk itu, BI juga mendorong masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara nontunai melalui digital banking, uang elektronik, dan QR Code Indonesian Standard (QRIS),

Soekowardojo juga menjelaskan, penggunaan sistem elektronifikasi di Sumatera Utara (Sumut), khususnya untuk transaksi belanja Pemda sudah cukup baik. Namun, penerapan pembayaran nontunai di sisi transaksi penerimaan Pemda khususnya retribusi masih perlu terus didorong.

Orang nomor satu di BI Sumut ini juga menyebutkan perkembangan sistem pembayaran dengan menggunakan QRIS.

Menurutnya digitalisasi sistem pembayaran mendukung pesatnya transaksi ekonomi dan keuangan digital. Perkembangan digitalisasi sistem pembayaran ini tercermin dari semakin luasnya merchant pengguna QRIS.

Tercatat sampai dengan 26 Maret 2021 sudah terdapat 6,62 juta merchant QRIS. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperluas implementasi QRIS dengan melibatkan semua stakeholders internal maupun eksternal, dan industri PJSP,

Didampingi dua Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Andiwiana Septonarwanto dan  Ibrahim, Soekowardojo juga menyebutkan perluasan yang dilakukan tidak terbatas pada pasar tradisional/ universitas/ tematik, namun diperluas ke berbagai area seperti industri kesehatan, penerimaan pemerintah (Pajak/Retribusi/dan lain-lain, Rumah Ibadah, Donasi, hingga tempat wisata.

Lebih lanjut dikatakan Soekowardojo, berdasarkan asesmen ICE, telah terdapat 17 Pemda di Sumatera Utara yang telah mendorong implementasi ETP dengan baik, sehingga sudah berada di tahap III (Ekspansi)

Dirinya juga menyampaikan guna mengatasi berbagai hambatan dalam pelaksanaan program elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, diperlukan suatu forum koordinasi yang dapat mengatasi berbagai tantangan yang muncul.

Untuk itu dibentuklah P2DD di tingkat pusat melalui penerbitan Keppres No. 3 Tahun 2021. Sementara untuk di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota diharapkan juga segera dibentuk TP2DD agar dapat mengakselerasi implementasi ETP secara keseluruhan. ( rm-04)