Forum Dialog dan literasi Media Berbasis Islam Wasathiyah “Taat Beragama, Bergaul Harmonis, Sopan Berkomunikasi” di Swiss Belhotel Jambi, Selasa (18/9).
Forum Dialog dan literasi Media Berbasis Islam Wasathiyah “Taat Beragama, Bergaul Harmonis, Sopan Berkomunikasi” di Swiss Belhotel Jambi, Selasa (18/9).

Jambi | rakyatmedan – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bermuamalah melalui media sosial (medsos) harus dilakukan tanpa melanggar ketentuan agama dan peraturan perundang-undangan.

Oleh karena itu, Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Muhammad Cholil Nafis mengajak generasi muda Jambi untuk melakukan verifikasi dulu sebelum membagikan informasi di media sosial.

“Share sering jadi aktivitas di medsos, namun ketika adik-adik menshare tanpa diverifikasi akan jadi berbahaya. Jadi sebelum share informasi pastikan bahwa sumbernya benar, serta lakukan konfirmasi dan klarifikasi untuk setiap informasi,” jelasnya dalam Forum Dialog dan literasi Media Berbasis Islam Wasathiyah “Taat Beragama, Bergaul Harmonis, Sopan Berkomunikasi” di Swiss Belhotel Jambi, Selasa (18/9).

Cholil Nafis menyatakan konten di media sosial belum tentu semuanya benar, oleh karena itu perlu disaring mana yang boleh dan pantas disebar ke ranah publik.

“Konten dan informasi yang berasal dari media sosial memiliki kemungkinan benar dan salah. Konten dan informasi yang baik belum tentu benar dan bermanfaat. Konten dan informasi yang bermanfaat belum tentu cocok untuk disampaikan ke ranah publik. Dan tidak semua konten dan informasi yang benar itu boleh dan pantas disebar ke ranah publik,“ papar Cholil.

Oleh karena itu, Cholil menekankan pentingnya melakukan proses tabayyun ketika dapat informasi di media sosial.

“Ketika dapat informasi, jangan langsung sebar sebelum diverifikasi dan proses tabayyun,” tandasnya.

Proses tabayyun terhadap konten dan informasi dilakukan dengan beberapa langkah. Langkah pertama menurut Cholil yaitu memastikan aspek sumber informasinya, kebenaran kontennya yang meliputi isi dan maksudnya.

“Serta pastikan konteks tempat dan waktu serta latar belakang saat informasi tersebut disampaikan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Cholil juga mengajak peserta yang didominasi pelajar dan mahasiswa untuk berkreasi secara positif di dunia maya.

“Adik-adik bisa berkreasi di dunia maya, buat konten yang bermanfaat kemudian bisa di upload melalui youtube dan media sosial lainnya. Gunakan media sosial dan teknologi untuk kebaikan,” ajak Cholil. (rm-01)