Direktur Pengembangan Teknologi Industri Dr Hotmatua Daulay MEng (kiri) didampingi Staf Ahli Ristekdikti Bidang Relevansi dan Produktivitas Iptek, Dr Agus Pudji Prasetyono dan Abdul Hakim Pane perancang konverter kit berbahan bakar gas (rm-04)

Tanjung Pura | rakyatmedan – Masyarakat nelayan Tanjung Pura dikenalkan teknologi ramah lingkungan dan hemat biaya bahan bakar minyak berupa uji terap/dimanfaatkan konverter kit hasil Litbang Kemenristekdikti untuk bantuan mesin kapal bahan bakar gas (BBG).

Pengenalan alat teknologi tersebut disampaikan Staf Ahli Ristekdikti Bidang Relevansi dan Produktivitas Iptek, Dr Agus Pudji Prasetyono mewakili Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof H M Nasir Ph D Ak di Kampung Baru, Desa Pematang Cengal Timur, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sabtu (24/11/2018).

“Konverter kit yang dipasang di kapal nelayan, baik berbahan bakar solar maupun bensin menjadi sebuah tawaran solusi ke depan. Hal ini mengingat potensi gas bumi dan gas alam kita cukup melimpah, di samping lebih ramah lingkungan,” kata Dr Agus Pudji Prasetyono.

Agus meyakini dengan adanya alat ini memberi kemudahan bahan bakar dan harga yang ekonomis kapal pencari ikan dapat meringankan beban hidup yang cukup dirasakan berat saat ini. Sebab penggantian BBM ke gas akan menghemat biaya bisa sampai 65 persen.

Seperti diketahui, Kabupaten Langkat yang memiliki populasi nelayan sekitar 19.000 dengan jumlah perahu sekitar 7000 hanya dipasok oleh 4 SPBN (stasiun pengisian bahan bakar nelayan).

Selebihnya masyarakat hanya bisa mendapatkan bensin dan solar dari SPBU yang mana telah diterapkan kebijakan larangan pembelian dengan dirigen, kalaupun diizinkan, harus dengan surat rekomendasi dinas terkait.

“Itulah sebabnya nelayan dan petani di Langkat, khususnya di Kecamatan Tanjung Pura sangat antusius dalam program konversi BBM ke gas,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Pengembangan Teknologi Industri Dr Hotmatua Daulay MEng menjelaskan, Kemenristekditi setiap tahunnya memberikan insentif khusus untuk pengembangan teknologi industri kepada para peneliti di Indonesia dengan bekerja sama dengan pihak industri.

Hotmatua Daulay mengungkapkan, khusus untuk proyek di Sumut ini, didatangkan hasil litbang pusat berupa 5 unit mesin motor kapal berbahan bakar asli bensin dan solar (total 10 unit) dan 2 traktor tangan (bajak dan perata) berbahan bakar asli solar.

Disebutkannya, motor nelayan tersebut akan dipasang ke perahu nelayan di Kampung Baru desa Pematang Cengal. Sedangkan traktor tangan akan diserahkan ke kelompok tani Desa Paya Rengas untuk diuji terap/dimanfaatkan

Sedangkan Direktur Pengembangan Teknik Industri Desmelita menilai dukungan lintas sektoral dari Kementerian terkait, seperti KESDM,KKP, dan Kementan serta Pemda setempat menjadi faktor penentu keberhasilan di masa depan. 

Pada uji terap motor perahu nelayan berkonventer kit gas itu dihadiri Staf Khusus Ristekdikti Ahmad Jabidi Ritonga, Bupati Langkat diwakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nasiruddin SP, camat, kepala desa, kelompok nelayan, dan warga sekitar. (rm-04)