KPK Resmi Buka Pusat Edukasi Antikorupsi

203804
MERESMIKAN. Ketua KPK Agus Rahardjo saat meresmikan Pusat Edukasi Antikorupsi di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (26/11).| foto: istimewa
MERESMIKAN. Ketua KPK Agus Rahardjo saat meresmikan Pusat Edukasi Antikorupsi di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (26/11).| foto: istimewa

Jakarta | rakyatmedan – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meresmikan Pusat Edukasi Antikorupsi atau Anticorruption Learning Center (ACLC).

KPK Berharap pusat edukasi ini menjadi tempat pendidikan untuk memperbarui sistem pencegahan hingga pelatihan antikorupsi.

“Pendidikan adalah salahsatu landasan untuk kita selalu berpikir, memperbarui sistem kita. KPK memandang pengembangan sumber daya manusia menjadi prioritas. Kalau kita bicara mengenai pengembangan budaya manusia. Kita meresmikan secara sederhana anticoruption learning center. Hari ini juga dimulai pelatihan indternasional yang akan diikuti dari beberapa negara,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (26/11).

Agus mengatakan korupsi menghambat kesejahteraan rakyat. Oleh sebab itu, dia berharap dengan edukasi antikorupsi, maka tindak pidana korupsi bisa diberantas.

Ia juga bercerita soal sejarah Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi yang merupakan Gedung lama KPK. Menurutnya, banyak perjuangan yang telah terjadi di gedung ini.

“Kita melihat banyak perjuangan di gedung ini. Pasang surutnya KPK banyak terjadi di gedung ini. Ketika KPK mendapat gedung baru banyak yang mau mendapat gedung ini karena letaknya sangat strategis. Kami langsung menghadap Presiden, dan Menteri Keuangan agar gedung ini teteap dikelola KPK. Kita buat gedung ini menjadi pusat edukasi antikorupsi untuk semua masyarakat,” ujarnya.

Agus menambahkan gedung ini bisa menjadi tempat latihan bersama para penegak hukum. Pelatihan itu antara lain penyelidikan ataupun penyidikan dengan penegak hukum lainnya.

“Bisa saja nanti latihan penyelidikan dan penyidikan gabungan kejaksaan, kepolisian. Latihan tentang money laundering, gabung dengan PPATK,” kata Agus.