Dalami Kasus Suap Bupati, KPK Panggil Lima PNS Pakpak Bharat

324514
OTT BUPATI PAKPAK BHARAT. Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu (tengah) dikawal petugas KPK saat diamankan ke gedung KPK, Jakarta, Minggu (18/11). | Foto: istimewa
OTT BUPATI PAKPAK BHARAT. Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu (tengah) dikawal petugas KPK saat diamankan ke gedung KPK, Jakarta, Minggu (18/11). | Foto: istimewa

Jakarta | rakyatmedan – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Lima Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Pakpak Bharat. Mereka dipanggil sebagai saksi terkait kasus dugaan suap yang menyeret Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolanda Berutu.

Jurubicara KPK Febri Diansyah mengatakan, kelima orang yang dipanggil KPK tersebut ialah Tanggap Pandapotan Tambunan, Mangaraja P Simamora, Sukardi Purba alias Tumpal, Gugung Banurea, dan Rudiyar Sembiring.

“Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RYB (Remigo Yolanda Berutu),” ucapnya, Senin (26/11).

Selain itu, lanjut Febri, KPK juga memanggil seorang dari kalangan swasta, yaitu Elvi Diana. Ia juga akan diperiksa atas kasus dan tersangka yang sama.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolanda Berutu (RYB), sebagai tersangka. Ia diduga menerima suap terkait proyek di Pemkab Pakpak Bharat.

Selain itu, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu Kepala Dinas PUPR Pakpak Bharat, David Anderson Karosekali dan pihak swasta, Hendriko Sembiring. Remigo bersama kedua orang tersebut diduga menerima uang Rp550 juta terkait proyek di Dinas PUPR Pakpak Bharat.

Remigo menerima suap tersebut dari orang dekat yang bertugas mengumpulkan dana. Uang tersebut juga digunakan Temigo untuk keperluan pribadi. Bahkan, uang itu juga dipakai untuk mengamankan kasus yang menjerat istrinya di penegak hukum di Medan.