Musisi Ahmad Dhani.| foto: istimewa
Musisi Ahmad Dhani.| foto: istimewa

Jakarta | rakyatmedan –  Polda Jatim mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terkait kasus tuduhan penipuan dan penggelapan senilai Rp200 juta terhadap musisi Ahmad Dhani.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, SP3 tersebut dikeluarkan Polda Jatim pada akhir Oktober lalu. SP3 dikeluarkan dengan sejumlah alasan. Antara lain, perkara yang dilaporkan kurang memiliki bukti yang cukup untuk ditindaklanjuti ke penyidikan.

“Kami juga tidak menemukan adanya unsur tindak pidana yang dari perkara yang dilaporkan itu,” katanya, Senin (26/11).

Untuk diketahui, dalam laporan bernomor LPB/1232/IX/2018/UM/JATIM tertanggal 26 September 2018 disebutkan, Ahmad Dhani Prasetyo beralamat di Jalan Pinang Emas III, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Laporan ini terkait dugaan penipuan yang terjadi di Kabupaten Malang, Jatim pada Mei 2016 silam. Ahmad Dhani dilaporkan dengan Pasal 378 dan 372 KUHP. Politikus Partai Gerindra itu dilaporkan setelah dianggap tidak ada respons terkait sisa utang Jaeni Ilyas senilai Rp200 juta.