Ilustrasi | foto: istimewa
Ilustrasi | foto: istimewa

Jakarta | rakyatmedan –  Polisi mengamankan seorang mantan santri salahsatu pondok pesantren di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) bernama  Harfandi alias Fandi (13) karena diduga melakukan pencurian sepedamotor.

Remaja ini diringkus ketika sedang bersembunyi di salahsatu bangunan kosong di Jalan Persemaian, Kelurahan Nunukan Tengah pada Minggu 25 November 2018 sekira pukul 21.30 Wita.

Kasubbag Humas Polres Nunukan, Iptu M Karyadi di Nunukan menyebut, pengungkapan kasus curanmor ini berawal dari adanya laporan pencurian di salahsatu kios bahanan makanan campuran di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Nunukan Tengah.

“Saat itu pelaku melarikan diri, namun sepeda motornya tertinggal di sekitar kios barang campuran tersebut. Nah, sepedamotor yang dipakai pelaku dilakukan identifikasi nomor mesin dan nomor rangka ternyata sama dengan milik Juharmia yang dilaporkan hilang pada Senin 19 November 2018 sekira pukul 07.15 Wita di rumahnya di Kampung Timur RT 31, Kelurahan Nunukan Tengah.” ungkap Karyadi, Selasa (27/11).

Pelaku pernah bersekolah di pesantren di Kabupaten Nunukan. Namun meninggalkan sekolahnya sejak September 2018. Saat melakukan aksinya, pelaku memasuki rumah korbannya mencari kunci motor. Ketika kunci ditemukan, pelaku langsung membawa kabur sepeda motor tersebut.

Untuk menghilangkan jejak, pelaku mempreteli sebagian perkakas sepedamotor tersebut. Barangbukti yang disita yakni satu unit sepedamotor merek Yamaha Mio Soul warna hijau dengan nomor polisi KT 2950 SD, satu buah anak kunci palsu, satu buah obeng dan satu buah kunci pas. Pelaku saat ini ditahan di sel mapolres setempat dan dalam ditangani Satreskrim Polres Nunukan.