Awal Oktober, Kemenag Evaluasi 10 Inovasi Haji 2018

293269
BERI ARAHAN. Menag Lukman Hakim Saifuddin saat memberikan arahan kepada jajaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU), di Jakarta, Jumat (21/9).
BERI ARAHAN. Menag Lukman Hakim Saifuddin saat memberikan arahan kepada jajaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU), di Jakarta, Jumat (21/9).

Jakarta | rakyatmedan – Kementerian Agama akan menyelenggarakan Evaluasi Nasional Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1439 H/2018 M, pada 2 – 4 Oktober 2018, di Jakarta. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta evaluasi yang dilakukan berfokus pada dua hal.

“Pertama, dalam forum tersebut lakukan evaluasi terhadap 10 inovasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 1439 H/2018 M. Kedua, merencanakan dan mempersiapkan delapan inovasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 1440 H / 2018 M,” ujar Menag saat memberikan arahan kepada jajaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU), di Jakarta, Jumat (21/9).

Menag berharap evaluasi nasional yang akan dilakukan, dapat menghasilkan output konkrit untuk memberikan solusi serta altenatif perbaikan dalam penyelenggaraan ibadah haji ke depan.

“Saya berharap, evaluasi betul-betul dilakukan pada 10 inovasi yang telah kita lakukan. Misalnya, inovasi QR Code. Itu betul-betul dievaluasi, apakah efektif atau tidak di lapangan. Jika misalnya tidak efektif, apa langkahnya? Apa perlu dihentikan, atau dilakukan perbaikan,” tutur Menag.

Agar menghasilkan output konkrit, maka Menag meminta penunjukkan ketua sidang komisi dalam evaluasi nasional perlu memperhatikan kompetensi.

“Tunjuk orang-orang yang kompeten untuk memimpin sidang tiap komisi. Cari orang yang paling menguasai perihal yang akan di evaluasi,” pesan Menag.

Sementara, Sekretaris Ditjen PHU Muhajirin Yanis menjelaskan bahwa Evaluasi Nasional Penyelenggaraan Haji 1439 H akan dihadiri oleh seluruh jajaran Ditjen PHU, Kepala Kanwil Kemenag se-Indonesia, Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi se-Indonesia, serta seluruh Kepala Bidang PHU pada Kanwil se-Indonesia.

Menurut Muhajirin, persiapan evaluasi nasional penyelenggaraan haji telah dilakukan sejak pelaksanaan operasional haji dimulai.

“Jadi meskipun operasional penyelenggaraan ibadah baru akan ditutup pada 28 September mendatang, kita langsung bisa melakukan evaluasi secepatnya. Ini memungkinkan kita untuk menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun berikutnya lebih cepat lagi,” tutur Muhajirin. (rm-01)