NAPI KABUR. Sebanyak 113 dari 726 narapidana (napi) serta tahanan (LP) Kelas II A Banda Aceh di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (29/11) sekitar pukul 18.45 WIB, kabur. | foto: istimewa
NAPI KABUR. Sebanyak 113 dari 726 narapidana (napi) serta tahanan (LP) Kelas II A Banda Aceh di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (29/11) sekitar pukul 18.45 WIB, kabur. | foto: istimewa

Banda Aceh | rakyatmedan – Sebanyak 113 dari 726 narapidana (napi) serta tahanan (LP) Kelas II A Banda Aceh di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (29/11) sekitar pukul 18.45 WIB, kabur.

Dalam suasana hujan deras, mereka melarikan diri dengan cara merusak kawat pembatas di ruang kunjungan LP, menghancurkan tiga jendela berjeruji besi, sebelum akhirnya lari dan hilang ke dalam persawahan di depan LP yang minim pencahayaan itu.

Berdasarkan informasi yang diterima hingga pukul 23.00 WIB tadi malam dari Kapolsek Ingin Jaya, Iptu Tri Andi Dharma SSos, polisi berhasil mengamankan 20 napi, di mana 17 di antaranya sudah dikembalikan ke LP Banda Aceh.

Mereka ditangkap dari berbagai lokasi, misalnya, di antara perumahan, loteng rumah warga, bahkan di dalam lumpur sawah. Polisi mengultimatum para napi untuk segera menyerahkan diri.

“Saya selaku Kapolda Aceh dan jajaran berharap para warga binaan ini bisa segera menyerahkan diri. Saya minta 3×24 jam sudah menyerahkan diri kepada kita. Berharap ini bisa berlangsung dengan baik,” kata Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak kepada wartawan di Lapas Banda Aceh, Jumat (30/11).

Polisi juga mengingatkan keluarga menyerahkan kembali jika mengetahui napi kabur. Menurut Kapolda, polisi akan mencari napi tersebut hingga dapat.

“Kami tidak ingin ini berlanjut terus di dalam pengejaran. Karena tidak akan baik nantinya dan harus disadari oleh mereka (napi) cepat atau lambat akan kita amankan,” jelas Rio.

Menurut Kapolda, polisi belum mengetahui motif napi membobol lapas hingga kabur. Penyelidikan masih dilakukan, termasuk mencari dalangnya.

“Motif dari kejadian ini masih sedang kita dalami. Tentunya mereka melarikan diri karena ingin bebas. Siapa dalangnya belum tahu, bersabar dulu, mudah-mudahan ini bisa selesai dapat kita amankan semua,” ungkap Rio.