BIMBINGAN PERKAWINAN. Suasana acara Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Angkatan I di Hotel Grand Jamee Medan, Jumat (30/11). | foto: istimewa
BIMBINGAN PERKAWINAN. Suasana acara Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Angkatan I di Hotel Grand Jamee Medan, Jumat (30/11). | foto: istimewa

Medan | rakyatmedan – Setiap calon pengantin (Catin) wajib mengikuti bimbingan perkawinan sebelum melangsungkan perkawinan sebagai upaya memberikan pemahaman tentang berumahtangga kepada calon pasangan suami istri.

“Dengan dilaksanakannya bimbingan perkawinan diharapkan calon pengantin dapat membentuk keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah serta menekan tingginya angka perceraian,” kata Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Kakanwil Kemenagsu H Iwan Zulhami SH MAP saat membuka acara Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Angkatan I di Hotel Grand Jamee Medan, Jumat (30/11).

Kakanwil Kemenagsu menyampaikan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat mengantisipasi sejak dini terjadinya perselisihan dan perceraian maupun kekerasan dalam keluarga agar tercapai keluarga yang harmonis.

“Perkawinan merupakan ikatan yang suci dan setiap pasangan harus menjaga ikatan tersebut, menjaga keutuhan rumah tangga, dan tidak mengambil kesimpulan bercerai dengan cepat,” ungkapnya.

Iwan Zulhami juga prihatin dengan tingginya angka perceraian belakangan ini yang disebabkan mulai dari perselingkuhan, ketidakharmonisan, sampai pada faktor ekonomi.

”Diharapkan melalui kegiatan bimbingan perkawinan ini dapat menurunkan angka perceraian,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Edi Munawar menyampaikan, kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta terdiri dari mahaiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, mahasiswa Universsitas Islam Sumatera Utara, mahasiswa STIKP Budidaya Binjai dan mahasiswa STAIS Binjai.

Acara tersebut dihadiri  abid Urais dan Pembinaan Syariah Drs H Dahman Hasibuan MA, Kasi Kepenghuluan Drs H Arifin dan Kasi Kemasjidan Drs H Abdul Haris MAP.