GENSET MELEDAK. Polisi memastikan suara ledakan di dekat panggung Reuni 212, kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu (1/12) malam berasal dari korsleting genset. | foto: istimewa
GENSET MELEDAK. Polisi memastikan suara ledakan di dekat panggung Reuni 212, kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu (1/12) malam berasal dari korsleting genset. | foto: istimewa

Jakarta | rakyatmedan –  Musibah bisa terjadi kapan saja. Salah satunya insiden yang terjadi menjelang Reuni Akbar Mujahid 212. Sebuah stabilizer genset di dekat panggung acara aksi Reuni, tiba-tiba saja meledak, pada Sabtu (1/12) malam, sekira pukul 19.00 WIB.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kapolrestro Jakarta Pusat, KBP Roma Hutajulu, S.IK, M.Si. Menurut Roma, polisi sudah mengamankan barangbukti, mengecek tempat kejadian perkara (TKP), membawa barangbukti ke tim Jibom Gegana Kwitang, dan memeriksa saksi-saksi.

“Telah meledak satu buah stabilizer genset yang di dekatnya terdapat dua buah handphone. Kemudian tiba-tiba terdengar ledakan kecil. Ledakan diduga korsleting listrik. Selanjutnya barangbukti dibawa Tim Identifikasi Polres ke Tim Jibom Gegana Kwitang untuk dilakukan pemeriksaan,” tutur Roma, di Jakarta, Sabtu (1/12) malam.

Sedangkan, barangbukti yang berhasil diamankan pihak kepolisian yaitu, satu buah stabilizer listrik warna merah, dua buah handphone, dan kabel stabilizer.

Sementara itu, dua saksi sedang diperiksa tim penyidik. Antara lain, Rahmat (19) Rohibal yang berperan sebagai operator genset yang beralamat di Pemalang Jawa Tengah dan Mada (35) yang juga berprofesi sabagai operator genset yang beralamat di Bogor, Jawa Barat.