PESONA COLORFUL MEDAN. Wakil Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution M.Si menyaksikan panggung Pesona Colorful Medan yang digelar Dinas Pariwisata Medan, Sabtu (1/12) malam di kawasan Lapangan Merdeka, Jalan Bukit Barisan. | foto: istimewa
PESONA COLORFUL MEDAN. Wakil Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution M.Si menyaksikan panggung Pesona Colorful Medan yang digelar Dinas Pariwisata Medan, Sabtu (1/12) malam di kawasan Lapangan Merdeka, Jalan Bukit Barisan. | foto: istimewa

Medan | rakyatmedan – Wakil Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution M.SiĀ  menyaksikan panggung Pesona Colorful Medan yang digelar Dinas Pariwisata Medan, Sabtu (1/12) malam di kawasan Lapangan Merdeka, JalanĀ  Bukit Barisan.

Tampak hadir dalam perhelatan itu Konsul Jenderal Tiongkok, Sun Ang juga Kadis Pariwisata Drs Agus Suriyono. Berbagai pertunjukan kesenian tradisional dan modern yang ditampilkan membuat ratusan penonton terpukau.

Dalam ajang yang juga bertujuan lebih menggairahkan dunia pariwisata di Medan sekaligus melestarikan seni budaya lokal itu juga ditampilkan tarian khas Medan, yakni Tari Ahooi.

Pada acara itu, Konsul Jenderal Tiongkok, Sung Ang memperkenalkan seni budaya dan hasil kerajinan dari negara. Melalui penerjemah, Sung Ang memaparkan tentang porselen dan kain sutra Tiongkok.

Di akhir pemaparannya, Sung Ang juga memberikan cinderamata berupa guci dan kain sutra kepada Wakil Walikota Medan dan Kadis Pariwisata Medan.

Kemeriahan begitu nampak pada acara malam itu. Apalagi selain kesenian Melayu, Toba, dan Karo, juga ditampilkan kesenian China dan India. Tidak sedikit pula di antara penonton ikut menyanyi dan menari bersama penampil.

Kadis Pariwisata Medan, Drs Agus Suriyono mengungkapkan, panggung Colorful Medan di penutup tahun ini mendapat perhatian yang cukup besar dari komunitas-komunitas.

“Di antara komunitas yang ikut berpartisipasi yakni Old Motorcyle Association, Bikers Owner Maxi, Honda Tiger Club Medan, Medan Blues Society, Tatto Medan, Merdeka Medan Skateboard, juga Magician. Kita patut bersyukur, program ini ternyata juga bisa menjadi wadah berekspresi kaum muda Medan,” ucap Agus.

Di akhir acara, seluruh pendukung acara, termasuk Kadis Pariwisata juga melakukan aksi mengumpulkan sampah. Turut mengumpulkan sampah ada para finalis Jaka Dara Tahun 2018.

“Aksi mengumpulkan sampah usai acara ini untuk membudayakan hidup bersih dan sehat. Salah satunya adalah membuang sampah pada tempatnya,” tutup Agus. (rm-05)