LONGSOR. Longsor di Pemandian Daur Paris, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Minggu (2/12) sekitar pukul 06.00 WIB menelan korban jiwa. Sedikitnya tujuh orang dilaporkan meninggal dunia dan sembilan orang luka-luka. | Foto: istimewa
LONGSOR. Longsor di Pemandian Daur Paris, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Minggu (2/12) sekitar pukul 06.00 WIB menelan korban jiwa. Sedikitnya tujuh orang dilaporkan meninggal dunia dan sembilan orang luka-luka. | Foto: istimewa

Salahsatu Mahasiswa Unpri saat mendapatkan perawatan di RSU Amanda Berastagi.| Foto: Istimewa

Medan | rakyatmedan – Peristiwa runtuhnya tembok penahan air di pemandian alam Daun Paris, Raja Berneh, Karo, yang merenggut nyawa sejumlah mahasiswa Universitas Prima (Unpri) Medan, meninggalkan duka mendalam dari segenap civitas akademika kampus tersebut.

Rektor Universitas Prima (Unpri) Medan, Crismis Novalinda Ginting mengatakan, pihaknya turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Peristiwa nahas itu mengakibatkan tujuh mahasiswa Unpri meninggal dunia, sementara sembilan orang lainnya luka-luka.

“Untuk korban yang meninggal dunia kami berharap agar diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan kepada keluarga yang ditinggal diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini,” ungkap Crismis, Senin (3/12).

Para mahasiswa yang menjadi korban tewas maupun luka berada di lokasi kejadian untuk menggelar malam keakraban dengan mahasiswa baru. Crismis mengatakan, kegiatan tersebut merupakan inisiatif dari mahasiswa sendiri.

“Berdasarkan informasi yang saya peroleh, kegiatan malam keakraban ini merupakan inisiatif dari mahasiswa untuk berlibur dan berwisata di tempat pemandian air panas Daun Paris dalam rangka menjalin keakraban sesama mereka,” ujarnya.

Sebagai tindakan awal, Crimis mengungkapkan, saat ini pihak kampus sudah mengirimkan tim ke Rumah Sakit (RS) Amanda dan (RS) Efarina untuk melakukan pendampingan kepada korban luka yang masih mendapatkan perawatan.

“Kami akan terus melakukan komunikasi dengan keluarga korban atas peristiwa ini,” ucap Crismis.

Diketahui, 16 mahasiswa Universitas Prima Indonesia Medan yang sedang berwisata di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), menjadi korban longsor dan ambruknya lokasi Pemandian Daur Paris, Minggu (2/12). Dalam peristiwa itu, tujuh di antaranya meninggal dan sembilan terluka.