Ilustrasi | foto: istimewa
Ilustrasi | foto: istimewa

Limapuluh | rakyatmedan –  Polsek Limapuluh Pekanbaru meringkus Ismail (50) dan Ahmad (32) karena menipu warga dengan modus menjamin bisa menggandakan uang menjadi miliaran rupiah.

“Penangkapan kedua pelaku ini berdasarkan laporan dari tiga orang korbannya di Pekanbaru,” kata Kanit Reskrim Polsek Limapuluh, Iptu Abdul Hakim, Selasa (4/12).

Hakim menjelaskan, ketiga korban yang merasa tertipu, Andre, Rido, dan Isnaini. Mereka ini percaya atas janji kedua tersangka yang bisa menggandakan uang.

“Korban Andre adalah orang pertama yang mengenal keduanya saat di NTB pada Oktober 2018 lalu. Perkenalan di sana (NTB), sehingga Andre mengajaknya ke Pekanbaru,” kata Hakim.

Setelah kedua pelaku sampai di Pekanbaru, kata Hakim, korban pertama mengajak kedua kawannya tadi untuk ikut menggandakan uang.

“Mereka bertiga mengumpulkan uang sebanyak Rp149 juta. Uang itu diserahkan ke pelaku Ismail. Dengan harapan uang itu bisa digandakan dan mereka percaya jika keduanya dukun,” kata Hakim.

Setelah uang diserahkan, kata Hakim, lantas pelaku Ismail berpura-pura melakukan ritual. Dia berjanji kepada korbannya, uang tersebut akan digandakan menjadi Rp5 miliar.

Sebagai pelengkapan ritual, pelaku menggunakan kardus, kain putih dan hitam. Ada lagi botol kemasan, daun sirih, benang, jarum dan dupa. Ritual seakan menggandakan uang ini dilakukan di sebuah hotel.

“Modusnya uang Rp149 juta tadi seakan dimasukan dalam kardus ditutup dengan kain hitam putih. Kota diserahkan ke korbannya dan disarankan baru dibuka sepekan kemudian,” kata Hakim.

Kotak kardus yang diserahkan ke pada korbannya dibawa pulang. Tetapi sampai di rumah, mereka penasaran dan membuka kardus tersebut.

“Setelah dibuka isi dalam kardus tersebut hanya ada kertas biasa. Korban langsung melaporkan ke kami atas penipuan tersebut,” kata Hakim.

Tim pun akhirnya memburu para pelaku penipuan ini. Kedua pelaku berhasil ditangkap yang sudah berniat ingin kembali ke kampung halamannya dengan modal uang korban Rp149 juta tadi.

“Keduanya kini sudah kita amankan,” tutup Hakim.