Produsen smartphone tengah menggarap ponsel berkemampuan 5G dan bisa dilipat. (Foto: Phonearena)
Produsen smartphone tengah menggarap ponsel berkemampuan 5G dan bisa dilipat. (Foto: Phonearena)

rakyatmedan –  Para produsen smartphone tengah menggarap ponsel berkemampuan 5G dan bisa dilipat. Ponsel semacam ini diprediksi akan mendongkrak penjualan smartphone.

Selama kuartal ketiga (Q3) 2018 pengiriman smartphone mencapai 389 juta unit, naik 1.4 persen dibanding kuartal yang sama pada 2017. Menurut laporan Gartner, 5G dan smartphone yang bisa dilipat akan bertanggung jawab atas penjualan berikutnya.

Di pasar smartphone saat ini, konsumen tampaknya memilih mempertahankan perangkatnya saat ini karena kurangnya fitur baru yang diperkenalkan. Hal ini sangat memengaruhi kinerja Samsung karena terlihat ada penurunan dalam jumlah pengiriman, sebagaimana dikutip dari Phone Arena, Rabu (5/12).

Saat sebagian besar merek mengalami penurunan penjualan, Huawei dan Xiaomi tampaknya tidak terpengaruh. Selama kuartal ketiga, kedua pembuat ponsel dari China ini mencatat pertumbuhan masing-masing 43 persen dan 23 persen, memperkuat posisi mereka di mana Huawei kedua dan Xiaomi keempat.

Jika Huawei dan Xiaomi terus tumbuh dengan pergerakan mereka saat ini, bukan mustahil kedua raksasa asal China akan mengambil alih dan pindah ke tempat pertama (Huawei) dan ketiga (Xiaomi).

Seperti yang disebutkan di atas bahwa banyak konsumen bergantung pada perangkat mereka yang lebih lama. Namun dengan jaringan 5G dan layar bisa dilipat, konsumen bisa lebih terbuka dengan versi baru, sehingga menciptakan lonjakan penjualan.

Pada 2020, perkiraan pengiriman smartphone 5G akan mencapai 65 juta unit. Di sisi lain, perangkat lipat akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menarik perhatian karena kurangnya dukungan, tapi akhirnya akan menjadi produk utama.