SILATURAHMI. Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi hadiri acara silaturahmi dengan Insan Pers yang diselenggarakan di Ruang Raja Inal Siregar, Lantai 2 Kantor Gubsu, Rabu (5/12). | foto: istimewa
SILATURAHMI. Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi hadiri acara silaturahmi dengan Insan Pers yang diselenggarakan di Ruang Raja Inal Siregar, Lantai 2 Kantor Gubsu, Rabu (5/12). | foto: istimewa

Medan | rakyatmedan – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi yang juga Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengungkapkan kondisi realitas persepakbolaan Indonesia. Jika dibandingkan dengan negara lain, kondisi Indonesia saat ini masih jauh tertinggal.

Hal ini sebelumnya telah diungkapkannya di hadapan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bersama sejumlah menteri, setelah sebulan dirinya menjabat sebagai Ketua PSSI. Kini kondisi yang sama juga diungkapkannya di hadapan sejumlah insan pers dalam Silahturahmi Insan Pers dengan Gubernur Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (5/12).

“Ini saya ungkapkan sebelumnya di hadapan Presiden bersama 23 Menteri dan anggota DPR RI Komisi X. Sekarang samalah posisinya saya ini mengungkapkannya di hadapan kalian,” kata Edy.

Lebih lanjut, Edy memaparkan kondisi persepakbolaan Indonesia saat ini. Menurutnya, jika dibandingkan dengan negara lain, Indonesia masih jauh tertinggal. Hal ini bisa dilihat baik dari jumlah pemain, sarana stadion dan lainnya.

“Saya katakan kepada Presiden kalau kita belum memiliki pemain bola yang pas, kuantitas saja masih kurang, apalagi kualitas,” katanya.

Berdasarkan data tahun 2016, untuk jumlah pemain, Indonesia sangat minim. Seperti Belanda memiliki 1.200.000 pemain dari 16.700.000 jiwa penduduk. Spanyol memiliki 4.100.000 dari 46.800.000 jiwa. Jerman memiliki 6.300.000 pemain dari 80.700.000 jiwa penduduk. Thailand 1.300.000 pemain dari 64.600.000 jiwa penduduk. Singapura memiliki 190.000 dari 4.500.000 jiwa. Sementara Indonesia hanya memiliki pemain sebanyak 67.000 dari 250.000.000 jiwa.

Dalam kesempatan itu, Edy juga meminta agar wartawan jangan lagi membuat berita yang tanpa dasar apalagi membully.

“Tolong jangan lagi dibully-bully lagi saya. Kalau mau beritakan. Beritakanlah ini,” ujar Edy.

Selain itu, Edy juga mengungkapkan kondisi jumlah pelatih yang dimiliki Indonesia. Masih dari data tahun 2016. Spanyol memiliki 22.000 pelatih, Jerman 28.668 pelatih, Thailand memiliki 1.100 pelatih, Malaysia memiliki 1.810 pelatih, Singapura memiliki 170 pelatih dan Indonesia memiliki 197 pelatih.

Sementara untuk kepemilikan wasit juga Indonesia dikatakannya masih minim. Spanyol memiliki 47 wasit, Jerman 43, Belanda 41, Thailand 19, Malaysia 26, Singapura 15, Vietnam 19 dan Indonesia hanya memiliki 5 orang wasit. “Itu pun saat ini yang aktif tinggal 2 wasit,” ungkapnya.

Begitu juga untuk kondisi sarana dan prasarana seperti kepemilikan stadion, Edy mengungkapkan jumlah sarana yang dimiliki Indonesia juga sangat minim. Menurutnya, Spanyol memiliki 109 stadion berstandar FIFA, Belanda 45 stadion standar FIFA dan 1.450 lapangan artifisial. Jerman 42 stadion standar FIFA dan 1.080 lapangan artifisial, Singapura memiliki 21 stadion standar FIFA dan Indonesia hanya memiliki 2 stadion standar FIFA dan 23 lapangan yang layak pakai.

“Stadion Teladan yang kita bangga-banggakan itu, tidak masuk dalam lapangan yang layak pakai itu,” kata Edy.

Oleh karena itulah, Edy mengharapkan agar media dapat memberikan dukungan kepadanya untuk bersama memajukan PSSI.

“Makanya jangan ganggu-ganggu PSSI hanya gara-gara Edy tak seperahu. Memang perlu perahu PSSI ini ? Janganlah kalian ikut-ikutan, tapi doakanlah kami ini,” ajak Edy yang juga berharap terutama kepada media di Sumut untuk memberikan dukungan kepada dirinya. “Kalau gak kalian yang bela saya, terus siapa yang bela saya,” pintanya.

Sementara itu, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menambahkan, dalam kondisi serba terbatas tersebut, PSSI berhasil mengukir beberapa prestasi. Bahkan, prestasi PSSI yang diraih pada tahun 2018, beberapa di antaranya ada yang baru pertama kali diraih sejak pertama kali PSSI berdiri.

“Tim putri U-16 debut di AFC sejak pertama kali PSSI berdiri, tim putri senior lolos putaran 1 olimpiade, futsal putra memperoleh peringkat 3 AFF Championship, Futsal Putri 8 besar Asia, tim putra putri U-16 berada di peringkat 8 besar Asia, Putra U-23 memperoleh 16 besar di Asian Games, tim sepakbola pantai yang telah diaktifkan kembali sejak 2010,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu turut hadir Kadispora Sumut Baharuddin Siagian, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Ilyas Sitorus, Ketua PWI Sumut Hermansyah, Ketua KONI Sumut Jhon Ismadi Lubis. Serta sejumlah pimpinan media dan wartawan. (rm-06)