FOTO BERSAMA. Dirut Tirtanadi SUtedi Raharjo (tengah) foto bersama dengan Bupati Nias Barat Faduhusi Daely S.Pd pada pertemuan di Kantor Pusat PDAM Tirtanadi Jalan SM Raja No. 1 Medan, Kamis (6/12). | foto: istimewa
FOTO BERSAMA. Dirut Tirtanadi SUtedi Raharjo (tengah) foto bersama dengan Bupati Nias Barat Faduhusi Daely S.Pd pada pertemuan di Kantor Pusat PDAM Tirtanadi Jalan SM Raja No. 1 Medan, Kamis (6/12). | foto: istimewa

Medan | rakyatmedan – Kabupaten Nias Barat sebagai Daerah Otonom baru yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Nias pada tahun 2008 tentu memiliki banyak keterbatasan dalam hal pemenuhan kebutuhan dan pelayanan kepada masyarakat Nias Barat.

Hal ini menuntut Pemerintah Daerah (Pemkab) Nias Barat untuk terus melakukan upaya dalam rangka memenuhi kebutuhan dan pelayanan kepada masyarakat salah satunya tentang pemenuhan ketersediaan air bersih bagi masyarakat Nias Barat.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Nias Barat dalam memenuhi kebutuhan ketersediaan air bersih bagi masyarakatnya yakni dengan menggandeng PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara.

Upaya ini diawali dengan surat Bupati Nias Barat Faduhusi Daely, S.Pd kepada Dirut PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo, ST, nomor : 050/2610/Bappeda tanggal 16 Oktober 2018 perihal Permohonan kerja sama antara Pemkab Nias Barat dengan PDAM Tirtanadi.

Surat itu kemudian ditindaklanjuti dengan pertemuan Bupati Nias Barat dengan Dirut PDAM Tirtanadi di Kantor Pusat PDAM Tirtanadi Jalan SM Raja No. 1 Medan, Kamis (6/12).

Bupati Nias Barat Faduhusi Daely S.Pd didampingi oleh Kepala Bappeda Nias Barat Yohannes Halawa ST M.Si, sementara Dirut PDAM Tirtanadi didampingi oleh Kepala Sekretaris Perusahaan Jumirin SE M.Si.

Kepada Dirut PDAM Tirtanadi, Bupati Nias Barat secara langsung menyampaikan keinginan Pemkab Nias Barat agar PDAM Tirtanadi bersedia mengelola penyediaan air bersih di Kabupaten Nias Barat mengingat saa ini masyarakat Nias Barat sangat membutuhkan air bersih sementara Kabupaten Nias Barat belum memiliki PDAM sendiri.

Selain itu, Pemkab Nias Barat belum memiliki Teknologi dan Sumber daya Manusia yang handal untuk mengoperasikan teknologi pengolahan dan pendistribusian air bersih.

“Pemkab Nias Barat berupaya untuk menyediakan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Nais Barat. Ini juga merupakan salah satu visi misi Bupati/Wakil Bupati Nias Barat 2016 – 2021. Namun karena Pemkab Nias barat memiliki keterbatasan dibidang Teknologi, SDM dan Financial maka kami berkeinginan menggandeng PDAM Tirtanadi untuk membantu kami mengelola air bersih di Nias Barat sekaligus hal ini dapat kami manfaatkan sebagai sarana alih teknologi nantinya,” ujar Faduhusi Daely.

Bupati Nias Barat juga menyampaikan bahwa sebenarnya di Nias Barat telah ada instalasi pengolahan air dan jaringan pipa yang di bangun BRR pada gempa melanda Nias beberapa tahun lalu, namun hinga saat ini belum difungsikan.

Sementara Dirut PDAM Tirtanadi kepada wartawan mengatakan bahwa pada prinsipnya PDAM Tirtanadi siap membantu daerah – daerah khusunya di Sumatera Utara dalam hal penglolaan air bersih namun tentu saja harus disepakati bagaimana bentuk kerja samanya dan yang paling penting lagi harus ada persetujuan Gubernur Sumatera Utara.

“PDAM Tirtanadi pada prinsipnya siap membantu, namun harus ada izin Gubernur Sumatera Utara dan model atau sistem kerja samanya secara gotong royong mengingat belum ada PDAM di Kabupaten Nias Barat,” kata Sutedi Raharjo.

Menindaklanjuti pertemuan itu, kedua belah pihak menyepakati bahwa Pemkab Nias Barat dan PDAM Tirtanadi akan merencanakan pembangunan sarana air bersih dalam 2 bulan ke depan.

Survey lapangan akan dilaksanakan pada tanggal 12 – 15 Desember 2018 untuk menentukan sumber air baku yang akan diambil terutama mencari mata air yang dapat menjadi sumber air baku karena biaya pengolahannya lebih murah dari pada air permukaan (sungai). (rm-07)