Gempa Bumi M5,0 di Barat Daya Lebak, Banten. | foto: istimewa
Gempa Bumi M5,0 di Barat Daya Lebak, Banten. | foto: istimewa

Jakarta | rakyatmedan – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 terjadi di sebelah barat daya Kabupaten Lebak, Provinsi Banten tepatnya 06.43 WIB, Jumat (7/12).

Pusat gempa bumi terletak 83 kilometer di sebelah barat daya Kabupaten Lebak, pada kedalaman 19 km.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kasbani mengungkapkan, bahwa gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami.

“Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan deformasi di bawah laut,” jelasnya.

Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi ini berasosiasi dengan aktifitas sesar di selatan Banten.

“Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi diperkirakan berasosiasi dengan aktifitas sesar di selatan Banten,” imbuh Kasbani.

Menurut PVMBG, secara geologi, daerah yang terdekat dengan pusat gempabumi yaitu pesisir selatan Banten, sebagian besar tersusun oleh batuan Kuarter berupa batuan gunungapi dan batuan sedimen Tersier, serta endapan alluvium.

“Wilayah tersebut secara umum tersusun oleh batuan Kuarter berupa batuan gunungapi dan batuan sedimen Tersier, serta endapan alluvium. Batuan Kuarter umumnya bersifat urai, lepas, belum kompak sehingga bersifat memperkuat efek guncangan gempa bumi,” jelas Kasbani.

Seperti yang dirilis oleh PVMBG, intensitas guncangan gempa bumi terbesar akan dirasakan di wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi, kemudian intensitasnya semakin melemah seiring bertambahnya jarak dengan pusat gempa bumi.

Menurut BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Pelabuhan Ratu dan pandeglang dengan intensitas II-III MMI (Modified Mercalli Intensity).

Kasbani mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD.

“Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil,” pungkasnya. (rm-01)