TERIMA KUNJUNGAN. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekda Provsu) R. Sabrina menerima kunjungan Konsulat BelaNda untuk Indonesia di ruang kerjanya Lantai 9 Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Kamis (6/12). | foto: istimewa
TERIMA KUNJUNGAN. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekda Provsu) R. Sabrina menerima kunjungan Konsulat BelaNda untuk Indonesia di ruang kerjanya Lantai 9 Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Kamis (6/12). | foto: istimewa

Medan | rakyatmedan –  Pemerintah Belanda melalui Kedutaan Besarnya menyampaikan minat mereka untuk menjajaki kerjasama pada tiga sektor dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu). Yakni di sektor energi, sektor agraris, dan pengelolaan sampah.

Rombongan Kedutaan Besar Belanda diterima oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Dr Ir Hj R Sabrina MSi di ruang kerjanya Lantai 9 Kantor Gubsu Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (6/12).

“Kita Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) tentunya sangat mengapresiasi niatan baik ini. Apalagi, kita memang sedang membutuhkan bantuan untuk mengembangkan ketiga sektor tersebut,” ujar Sabrina.

Sabrina menambahkan bahwa saat ini, Pemprovsu juga sedang fokus untuk mengembangkan sektor pariwisata. Apalagi, Danau Toba telah ditetapkan menjadi salahsatu dari sepuluh top destinasi prioritas nasional. Danau Toba, katanya, akan dijadikan ‘Bali baru’ di Sumut.

“Kami juga sangat terbuka jika pihak pemerintah Belanda tertarik untuk mengembangkan kerjasama di bidang pariwisata. Danau toba adalah salahsatu wisata yang paling di minati di Sumut, tidak hanya taraf nasional tapi juga internasional. Jika ada waktu, silahkan berkunjung. Saat ini sedang ada Festival Danau Toba,” tutur Sabrina.

Terkait pengelolaan sampah, Sabrina menyampaikan bahwa dirinya menginginkan pengelolaan yang kemudian bisa menghasilkan produk baru dari sampah.

“Misalnya sampah jadi energi,” katanya. Tetapi, tidak menutup kemungkinan pula pada pengelolaan sampah berteknologi canggih lainnya.

Sabrina menyambut baik dan mengatakan akan mengadakan pertemuan lanjutan bersama dengan dinas terkait. Kemudian, akan dibahas teknis dan MoU kerjasama.

Sebelumnya, Hans de Brabender, Kepala Konselor untuk urusan ekonomi Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, menyampaikan bahwa saat ini mereka belum melirik kerjasama di bidang sektor wisata. Namun, katanya, dirinya dan pemerintah belanda akan mencoba menjajaki potensi kerja sama pada bidang tersebut.

“Mungkin bisa kita awali terlebih dahulu dengan ketiga ini, yakni energi, agraris, dan pengelolaan sampah. Terutama karena Belanda memang terkenal dengan bidang keteknikan, mudah-mudahan jika berjalan baik, bisa dilanjutkan pada sektor lain,” ucapnya.

Ketiga sektor tersebut, kata Hans, khususnya energi dan agraris miliki peran besar dalam memperkuat ekonomi suatu negara.

“Mudah-mudahan dengan kerjasama ini, bisa menguatkan ekonomi Indonesia dan meningkatkan hubungan baik kita,” ujar Hans.

Turut hadir dalam pertemua tersebut Konsul Kehormatan Kerajaan Belanda untuk Medan Ony Hindra Kusuma, Policy Advisor Konsul Belanda di Medan Lukas Rahmidin, dan Senior Advisor Economic Policy Konsul Belanda di Medan Charles A Widjaja. (rm-06)