Menara Eiffel dan sejumlah lokasi utama di Paris lainnya bakal ditutup selama aksi protes besol. | Foto: Reuters
Menara Eiffel dan sejumlah lokasi utama di Paris lainnya bakal ditutup selama aksi protes besol. | Foto: Reuters

Paris | rakyatmedan – Menara Eiffel ditutup selama unjukrasa yang akan bergulir di Paris besok, Sabtu (7/12), di tengah kekhawatiran adanya kerusuhan saat aksi anti-pemerintah lebih lanjut dari para “rompi kuning”.

Operator Menara Eiffel mengatakan, ancaman protes kekerasan pada Sabtu besok berisiko terhadap keamanan Menara Eiffel. Menurutnya, tidak memungkinkan untuk memastikan kondisi keamanan memadai.

Pemerintah kota menyebut sudah meningkatkan pengamanan untuk bangunan terkenal itu setelah Arc de Triomphe rusak pekan lalu.

Menteri Kebudayaan Franck Riester mengatakan, museum Louvre dan Orsay, gedung opera dan kompleks Grand Palais, menjadi salah satu lokasi penting yang bakal ditutup.

“Kami tidak bisa mengambil risiko ketika kami tahu ancamannya,” katanya, kepada radio RTL, seperti dilaporkan kembali oleh AFP, Jumat (7/12).

Polisi meminta toko-toko dan restoran di sepanjang Champs-Elysees dan jalan-jalan di pusat perbelanjaan utama lainnya untuk tetap ditutup. Polisi juga mentarakan agar barang-barang luar ruangan seperti meja dan kursi disimpan di dalam toko.

Serangkaian pertandingan sepakbola pada Sabtu besok juga ditunda, termasuk antara Paris dan Montpellier, Monako dan Nice, Toulouse dan Lyon, dan Saint-Etienne dan Marseille.

Sebelumnya, Perdana Menteri Edouard Philippe mengumumkan, di seluruh Prancis 89.000 petugas polisi akan bertugas dan kendaraan lapis baja akan dikerahkan di ibu kota Paris.

Polisi mendesak toko-toko dan restoran di Paris Champs-Elysees untuk ditutup dan beberapa museum juga akan ditutup.

Unjukrasa yang terjadi pada Sabtu pekan lalu menjadi salah satu kerusuhan terburuk dalam beberapa tahun terakhir di Paris.

Pemerintah menyatakan akan membatalkan kenaikan pajak bahan bakar, yang menjadi pemicu aksi protes besar-besaran.

Namun, ketidakpuasan yang lebih luas terhadap pemerintah menyebar dan aksi protes meletus dikarenakan isu-isu lain.

Kepada AFP, seorang pejabat kementerian dalam negeri mengatakan, pihak berwenang bersiap menghadapi “kekerasan yang signifikan” pada Sabtu beosk, di mana para aktivis dari kubu paling kanan dan paling kiri akan berkumpul di Paris.

Dalam wawancara dengan saluran TV TF1, Philippe mengatakan 8.000 polisi akan dikerahkan di Paris serta puluhan kendaraan lapis baja. Dia juga meminta warga untuk tetap tenang.

“Kami menghadapi orang-orang yang tidak berada di sini untuk memprotes, tetapi untuk menghancurkan dan kami ingin memiliki sarana untuk tidak memberi mereka kebebasan,” kata dia.

Sebelumnya, Philippe menyarankan konsesi lebih lanjut untuk pengunjuk rasa. Dia mengatakan kepada Senat bahwa pemerintah terbuka untuk langkah-langkah baru untuk membantu pekerja dengan bayaran terendah.