Medan | rakyatmedan –  Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia mengajak masyakat  untuk bergaya hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri. Sebab sebagai perguruan tinggi juga bertanggung jawab dan berkewajiban mensosialisasikan supaya hdup bersih dan sehat serta mencegah  masyarakat sakit melalui diri sendiri

“Banyak hal yang bisa dilakukan dengan gaya hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri, misalnya dengan berkreasi lewat seni, olahraga serta donor darah bahkan meyeangkan orang lain,” kata Rektor USM Indonesia Dr Ivan Elisabeth Purba MKes, Senin (10/12).

Menurut Ivan usai seminar nasional memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN), Hari Toilet Sedunia, dan HIV/ AIDS 2018 di kampus USM Indonesia, menerapkan pola hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri itu sesuai tema HKN.

Di USM Indonesia rangkaian kegiatan ini telah dilaksanakan sejak November lalu dalam kegiatan olahraga, seni budaya, mengunjungi rumah singgah dan penilaian toilat sehat di beberapa sekolah di Medan.

Demikian juga pada peringatan HIV dilakukan sosialisasi dan penelitian yang kemdian hasilnya dipamerkan dengan menampilkan produk kosmetik dan makanan. Selain itu donor darah dan budaya Nias.

“Itu semua sengaja dibuatkarena kesehatan itu bukan hanya fisik tapi juga pikiran jiwa. Jadi para mahasiswa senang sebab sebagai bentuk mengembangkan potensi yang ada,” kata Ivan

Memperingati HKN, Hari Toilet Sedunia, dan HIV/ AIDS 2018 di kampus USM Indonesia, Sabtu (8/12/2018) itu juga menghadirkan  Kepala Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat Kemenkes Dr dr Vivi Setiawati M.Biomed sebagai keynote speaker, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia Pusat Drs Nurul Falah Eddy Pariang Apt dan Kepala Balai Besar BPOM Medan Drs Yulius Sacramento Tarigan Apt.

Lebih lanjut Ivan juga menyebutkan, perguruan tinggi itu harus terkoneksi ke dunia industri, sehingga bisa melihat masalah yang ada di masyarakat serta peluang yang bisa diangkat untuk mengatasi masalahnya.

“Kita ingin kampus ini tidak hanya bicara teori saja tapi melihat untuk menyelesaikan masalah dan itu juga menyangkut aspek ekonomi. Dengan demikian bisa sebagai memberdayakan masyarakat,” ungkap Ivan.

Puslitbang Kemenkes Vivi Setiawan selain menyoroti penyakit TBC, dia juga memaparkan tentang stunting dan HIV AIDS. Stunting adalah di mana kondisi anak-anak mengalami gangguan pertumbuhan.

“Ini tidak hanya dialami anak dari rumah tangga yang miskin, tapi kesejahteraannya tinggi juga bisa mengalami stunting,” ungkapnya

Dia menambahkan, ada target dalam penanggulangan HIV/AIDS, 3 zero yaitu tidak ada infeksi baru HIV/AIDS, tidak ada yang meninggal karena AIDS dan nol diskriminasi.

Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Drs. Nurul Falah Eddy Pariang Apt memaparkan tentang praktik kefarmasian dalam upaya menuju hidup sehat melalui penggunaan obat yang tepat

Sedangkan Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan di Medan Drs Yulius Sacramento Tarigan, Apt  memaparkan tantangandan peluang di bidang kefarmasian dan makanan di era revolusi industri 4.0 dalam rangka menuju hidup sehat dan seimbang.

Seminar ditutup dengan pengumuman pemenang kegiatan penilaian toilet bersih SMA se kota Medan. (r-04)