PELAKU PENGANIAYAAN. AP (kiri) dan HP (kanan) Pelaku penganiayaan terhadap dua anggota TNI Kapten Komarudin dan Pratu Rivonanda. | foto: istimewa
PELAKU PENGANIAYAAN. AP (kiri) dan HP (kanan) Pelaku penganiayaan terhadap dua anggota TNI Kapten Komarudin dan Pratu Rivonanda. | foto: istimewa

Jakarta | rakyatmedan – Polisi membeberkan peran kedua tersangka pengeroyokan dua anggota TNI yang sudah berhasil ditangkap di kediamannya masing-masing pada Rabu (12/12) dengan waktu yang berbeda yakni Agus Pryantara dan Herianto Panjaitan.

“Satu pelaku, kemarin inisial AP (32) pekerjaan juru parkir, alamat di Ciracas, Jakarta Timur. Peran AP ini menarik pakaian dari belakang korban. kemudian yang kedua adalah yang memegang korban Kapten Komarudin dari belakang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol di Jakarta, Kamis (13/12).

Selain itu, kata Argo untuk peran yang dilakukan oleh tersangka Herianto Panjaitan adalah orang yang memicu keributan dengan Kapten Komarudin karena saat dia menggeser sebuah motor menyenggol korban sehingga terjadi cekcok.

“Perannya itu yang menggeser motor yang mengenai korban. Kedua adalah mendorong dada korban kedua (Pratu Rivonanda) karena pada saat perselisihan itu muncul Pratu Rivonanda melerai tapi dia mendapat dorongan di dadanya,” jelasnya.

Saat ini, polisi masih mengejar tiga orang pelaku yang juga ikut terlibat dalam pengeroyokan terhadap Kapten Komarudin dan Pratu Rivonanda yakni Iwan Hutapea (31), Depi (35) dan seorang perempuan bernama Suci Ramdhani (23).

Kasus ini berawal dari seorang anggota TNI AL bernama Kapten Komarudin yang tengah melakukan pengecekan pada knalpot motornya di kawasan Pertokoan Arundina, Cibubur, Jakarta Timur pada 10 Desember 2018.

Tiba-tiba saja salah satu tukang parkir di sana menggeser sepeda motor lain yang akhirnya membuat kepala Kapten Komarudin tersenggol bagian sepeda motor yang digeser itu. Bukannya minta maaf, si tukang parkir malah sewot saat ditegur dan akhirnya berujung keributan.

Melihat hal itu, beberapa tukang parkir yang lain ikut mengeroyok Kapeten Komarudin. Tak lama berselang, melintaslah seorang anggota TNI AD bernama Pratu Rivonanda yang juga bagian dari Pasukan Pengamanan Presiden.

Pratu Rivonanda berupaya melerai apa yang terjadi antara Kapten Komarudin dengan para tukang parkir. Tapi, para tukang parkir justru juga ikut-ikutan mengeroyok Pratu Rivonanda.