Kapolri Jenderal Polisi Prof HM Tito Karnavian P.hd. | foto: istimewa
Kapolri Jenderal Polisi Prof HM Tito Karnavian P.hd. | foto: istimewa

Jakarta | rakyatmedan – Kapolri Jenderal Polisi Prof HM Tito Karnavian P.hd menjelaskan terkait persiapan pengamanan natal 2018 dan tahun baru 2019, usai menggelar rapat koordinasi dan vicon bersama Kapolda seluruh Indonesia dan para stakeholder terkait. Mabes Polri hingga saat ini belum mendeteksi adanya ancaman teror dari kelompok-kelompok tertentu.

Dengan adanya kegiatan perayaan ibadah dan hiburan yang bersamaan, kelompok-kelompok teror bisa diprediksi akan memunculkan eksistensinya dalam perayaan natal dan tahun baru. Namun hingga kini, Mabes Polri selama satu bulan terakhir sudah menangkap 21 orang terkait aksi teror, tetapi tidak terkait dalam hal gangguan keamanan natal dan tahun baru.

“Polri sudah semakin tegas, dalam kurun waktu Januari hingga kini sudah 372 orang ditangkap terkait gangguan keamanan, dan 21 orang di antaranya ditangkap dalam waktu satu bulan terakhir ini,” ujar Kapolri kepada awak media, Rabu (19/12).

Pengamanan natal dan tahun baru, Mabes Polri bersama instansi terkait akan memfokuskan keamanan di gereja-gereja, tempat ibadah, lokasi keramaian seperti terminal, stasiun. Serta pengamanan di lokasi-lokasi wisata, dan jalur arus mudik dan balik.

“Nantinya pengamanan akan diterapkan body sistem, dengan menempatkan anggota bersenjata bersama personil lainnya guna mengantisipasi aksi kejahatan dan teror,” tambah Kapolri.

Kejahatan konvensional juga masih menjadi perhatian Polri, seperti pencopetan, aksi gendam, begal dan aksi premanisme lainnya. Selain itu, Polri juga memantau penanganan harga dan stok persediaan sembako dan bahan pokok lainnya.

“Bencana alam juga menjadi fokus perhatian, dimana saat ini cuaca di Indonesia sedang rawan. Personil gabungan juga disiapkan untuk membantu menangani ini.” ungkap Kapolri.

Rapat koordinasi juga dihadiri Kasum TNI, Laksdya TNI Didit Herdiawan, Ses Kemenkopolhukam, Agus SB, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, dan para pejabat utama Mabes Polri.