Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis. | Foto: AFP
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis. | Foto: AFP

Washington | rakyatmedan –  Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Jim Mattis mengundurkan diri. Dia beralasan mundurnya dia dari jabatan tersebut karena perbedaan kebijakan yang tak dapat didamaikan.

“Karena Anda memiliki hak punya Menteri Pertahanan yang pandangannya lebih selaras dengan Anda, tepat bagi saya untuk mundur dari posisi ini,” kata Mattis dalam sebuah surat kepada Presiden Donald Trump, dilansir dari CNN, Jumat (20/12).

Keputusan ini diambil Mattis tepat usai Trump mendeklarasikan kemenangan atas Islamic State (ISIS) di Suriah. Trump juga mengumumkan rencana penarikan pasukan AS dari negara tersebut.

Meski demikian, Mattis tidak menjelaskan rinci mengenai penentangannya terhadap penarikan mundur pasukan AS di Suriah, seperti yang diperintahkan Donald Trump. Namun, secara tegas dia mengatakan kekuatan AS sebagian bergantung pada sekutu di seluruh dunia.

“Salah satu keyakinan teguh yang saya pegang, kekuatan kami sebagai bangsa tidak bisa dilepaskan dari sistem kekuatan sekutu dan mitra,” imbuhnya.

Mattis tetap akan menjabat hingga akhir Februari tahun depan. Dia memberikan waktu kepada Trump untuk menunjuk penggantinya.

Sementara itu, Trump mendeklarasikan kemenangan atas ISIS di Suriah. Dia juga memerintahkan menarik pasukan dari sana.

“Kami menang melawan ISIS. Kami telah mengalahkan mereka dan memukul mereka dengan keras. Kami merebut kembali wilayah dan kini saatnya pasukan kami pulang,” pungkas Trump.