Ketika Band Seventeen menghibur karyawan dan keluarga PLN.| foto: istimewa
Ketika Band Seventeen menghibur karyawan dan keluarga PLN.| foto: istimewa

Pandeglang | rakyatmedan – Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Asep Rahmat menyebut, sebagian besar korban tsunami di Pantai Tanjung Lesung, Kecamatan Panimbang, merupakan para penonton grup musik Seventeen.

“Saya dapat laporan dari pengelola kawasan Tanjung Lesung, saat kejadian sedang ada konser grup musik Seventeen, jadi sebagai korban mereka,” katanya saat dikonfirmasi di Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu (23/12).

Namun, hingga kini pihak BPBD masih melakukan pendataan atas korban tewas, luka-luka dan hilang atas peristiwa ini. Berdasarkan laporan sementara, dari Kabupaten Pandeglang sendiri ada sekitar 33 orang yang dikabarkan meninggal dunia, dan 491 orang luka-luka.

“Nanti ya, saya masih melakukan pendataan. Saya sedang menampingi Bupati Pandeglang tinjau lapangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Dampak tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda, khususya di daerah Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang dilaporkan terus bertambah.

Hingga Minggu (23/12), pukul 07.00 WIB, data sementara 43 orang meninggal dunia, 584 luka-luka dan 2 orang dinyatakan hilang. Kerugian fisik meliputi 430 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat dan puluhan rusak.

“Jumlah pengungsi masih dalam pendataan. Pandeglang adalah daerah yang paling parah terdampak tsunami,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran persnya.

Band Seventeen sendiri saat itu sedang manggung, mengisi acara gathering karyawan Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Banten. (rm/in)