Puing-puing bangunan akibat terjangan tsunami di wilayah pantai Carita, Anyer, Banten. | foto: istimewa
Puing-puing bangunan akibat terjangan tsunami di wilayah pantai Carita, Anyer, Banten. | foto: istimewa

Pandeglang | rakyatmedan – Pasca musibah tsunami yang menerjang wilayah sekitaran Selat Sunda dan pesisir Lampung Selatan, Bupati Pandeglang, Irna Narulita resmi menetapkan masa status tanggap darurat selama 14 hari.

Pemerintah bersama petugas TNI Polri dan relawan saat ini masih bekerja keras mengevakuasi para korban di lokasi terdampak.

“Tentu sudah kami ajukan masa tanggap setelah bencana ini selama 14 hari ke depan,” ujar Irna, seperti dilansir ntmcpolri.info, Minggu (23/12).

Hingga pagi ini kata dia, terdapat 23 orang tewas di sana, sementara 288 lainnya mengalami luka berat dan ringan. Prioritas saat ini yakni untuk melakukan evakuasi dan penyisiran di seluruh wilayah terdampak. “Mohon doanya,” ujarnya.

Irna menyebut, pihaknya juga telah membuka Posko Terpadu. Bagi wisatawan dan warga setempat yang terpisah dengan anggota keluarganya saat gelombang tsunami diimbau segera mendatangi posko tersebut untuk mencari informasi. Pasalnya, saat ini sedang dilakukan pendataan bagi para korban.

“Posko ini kami pusatkan di Kecamatan Labuhan. Kami juga menerima banyak laporan orang hilang,” tandasnya.