Bangunan rusak akibat tsunami di Selat Sunda. | foto: BNPB
Bangunan rusak akibat tsunami di Selat Sunda. | foto: BNPB

London | rakyatmedan – Pemerintah Inggris mengeluarkan Travel Advice kepada semua warganya terkait gelombang tsunami yang menghantam area pesisir Selat Sunda. Musibah yang terjadi pada Sabtu 22 Desember itu telah menewaskan 281 orang serta membuat ratusan lainnya terluka atau masih berstatus hilang.

“Jika Anda ada di area Selat Sunda antara Pulau Jawa dan Sumatra Selatan, mohon ikuti arahan otoritas lokal. Kedutaan besar Inggris terus berkoordinasi dengan otoritas Indonesia dan memantau situasi terkini,” tulis pemerintah Inggris di situs gov.uk, Minggu (23/12).

Sebelumnya, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik menyampaikan duka cita yang mendalam untuk para korban tsunami di Selat Sunda. Dubes Moazzam juga menyampaikan pesan yang sama dari Menteri Pembangunan Internasional Inggris Penny Mordaunt dan keinginan Inggris untuk membantu Banten dan Anyer.

“Duka cita kami untuk para korban tsunami Selat Sunda. Pemerintah Inggris siap membantu jika Pemerintah Indonesia memerlukan,” tulis Mordaunt. Tsunami di Selat Sunda ini dipicu erupsi dari gunung Anak Krakatau.

Ucapan duka dan tawaran bantuan juga disampaikan Uni Eropa terhadap Indonesia. UE mengaku telah mengaktifkan satelit Copernicus dan siap mengirim tim pakar jika memang diminta Indonesia.