Ilustrasi | foto: istimewa
Ilustrasi | foto: istimewa

Jakarta | rakyatmedan – Hingga 25 Desember 2018, Posko Natal dan Tahun Baru (Nataru) ESDM mencatat terjadinya kenaikan rata-rata kenaikan pendistribusian jenis BBM pada periode libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Kenaikan terjadi pada BBM jenis Premium naik 14%, Pertamax/Akra 92 naik 10%, Pertalite naik 7%, dan PertaminaDex naik 9%. Sedangkan untuk beberapa jenis BBM mengalami penurunan yaitu Pertamax Turbo turun sebesar 39%, Minyak Solar turun 15%,Dexlite turun 54%, Kerosene turun 33%,dan Avtur turun 12%.

Kementerian ESDM melalui Posko Nataru ESDM memastikan bahwa stok BBM tetap aman, dimana rata-rata kondisi pasokan BBM dalam kondisi normal. Langkah antisipasi juga disiapkan seperti mobil tangki kantong, mobile dispenser, kiosk pertamax dan motoris kemasan terutama di tempat-tempat yang rawan kemacetan.

Berdasarkan laporan posko (25/12), stok BBM dalam kondisi normal, BBM jenis Premium untuk 21 hari, Solar/Akrasol untuk 19 hari, Pertalite untuk 22 hari, Kerosene untuk 60 hari, Pertamax/Akra 92 untuk 25 hari, Pertamax Turbo untuk 45 hari, Pertamina Dex untuk 49 hari, Dexlite untuk 19 hari dan Avtur untuk 24 hari.

Untuk penyaluran LPG Rumah Tangga (PSO dan Non PSO) naik 18% dari rata-rata penyaluran normal. Kondisi Stok LPG dalam kondisi normal dengan jumlah stok LPG sebesar 419.465 MT dan realisasi penyaluran 24.246 MT dengan Coverage Days sekitar 20 hari. Kondisi BBG dan Jargas tersalurkan dalam kondisi aman.

Sistem ketenagalistrikan pada tanggal 24 Desember 2018 periode beban puncak malam hari secara umum tercatat dalam kondisi Normal. Secara keseluruhan Daya Mampu Pasok Nasional sebesar 31.956,90 MW dan Beban Puncak sebesar 25.163,86 MW sehingga Kapasitas Cadangan Daya Nasional sebesar 6.793,04 MW.

Sementara itu dalam rangka membantu pemulihan pasca tsunami yang terjadi di Banten dan Lampung pada tanggal 22 Desember 2018, Pertamina telah mengoperasikan semua SPBU serta menyiagakan 424 pangkalan LPG di wilayah terdampak. Untuk penormalan kelistrikan di wilayah Banten dan lampung Selatan yang terdampak telah mencapai 95%.