Ilustrasi | foto: istimewa
Ilustrasi | foto: istimewa

Jakarta | rakyatmedan – Suplai energi selama masa Natal 2018 terpantau lancar. Seperti yang diwartakan sebelumnya, konsumsi BBM mengalami peningkatan terutama beberapa BBM jenis gasoline. Hal serupa juga terjadi pada H+1 Natal 2018, distribusi Pertamax naik cukup tinggi sebanyak 32%. Distribusi Pertamax ini tercatat meningkat dibandingkan saat perayaan Natal pada 25 Desember 2018 yang naik sebesar 10%.

Posko Natal dan Tahun Baru (Nataru) ESDM mencatat, kenaikan kenaikan BBM juga terjadi pada jenis Pertalite (10%) dan Premium (4%). Namun konsumsi BBM jenis lain seperti Pertamax Turbo mengalami penurunan sebesar 13%, Solar turun 39%, Pertamina Dex turun 17%, serta Dexlite turun sebanyak 60%. BBM jenis kerosene dan avtur dilaporkan juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 92% dan 8%.

Adanya fluktuasi distribusi BBM ini tidak terlalu berpengaruh pada ketahanan pasokan BBM. Pasca perayaan Natal 2018, Premium memiliki coverage days 21 hari, Solar/Akrasol selama 20 hari, Pertalite selama 23 hari, Kerosene 57 hari, Pertamax/Akra92 26 hari, Pertamax Turbo 45 hari, Pertamax Dex 45 hari, Dexlite 20 hari dan Avtur selama 25 hari.

Berbeda dengan BBM, konsumsi LPG pasca Natal mengalami penurunan. Penyaluran LPG rumah tangga (PSO dan non PSO) turun 22% dari rata-rata penyaluran normal. Stok LPG saat ini sebesar 442.452 MT, dengan jumlah distribusi sebesar 16.678 MT. Coverage days LPG saat ini selama 21 hari. Secara umu, menurut laporan Posko ESDM Nasional kondisi penyaluran LPG, BBG dan Jargas dalam kondisi normal.

Berkenaan dengan kondisi kelistrikan juga terpantau aman. Beban puncak yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2018 sebesar 30.480,14 MW dengan daya mampu pasok nasional sebesar 34.509,55 MW. Sampai dengan tanggal 26 Desember 2018, Posko ESDM Nasional melaporkan kapasitas cadangan daya nasional sebesar 4.029,41 MW.

Disamping itu, proses pemulihan dampak bencana tsunami di Banten dan di Lampung terus dilakukan. Posko melaporkan, hingga 26 Desember 2018, penormalan kelistrikan di wilayah Banten yang terdampak tsunami telah mencapai 96%. Sedangkan proses penormalan kelistrikan di wilayah Lampung Selatan sudah 100%.

Guna menyediakan pasokan BBM pada wilayah terdampak tsunami di Banten, SPBU terdampak bencana telah beroperasi sepenuhnya. Selain itu juga telah disiagakan 425 pangkalan elpiji 3 kg di wilayah Kabupaten Pandeglang. Dengan rincian sebanyak 121 pangkalan disiagakan tersebar di 10 kecamatan terdampak tsunami di Kabupaten Pandeglang, sedangkan 304 pangkalan lainnya tersebar di wilayah Kabupaten Pandeglang yang tidak terdampak tsunami.