Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono | Foto: istimewa
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono | Foto: istimewa

Jakarta| rakyatmedan –  Tersangka kasus pengaturan skor sepakbola nasional, Johar Lin Eng, sempat menggunakan nama palsu ‘Jasmani’ saat ditangkap Satgas Polri Anti Mafia Bola di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis (27/12).

“J di Halim walaupun tersangka J menggunakan nama Jasmani jadi bukan namanya dia ini, ada indikasi mengelabui,” ujar Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola, Kombes Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (28/12).

Johar ditangkap pada Kamis (27/12) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta setelah bertolak dari Solo, Jawa Tengah. Selain Johar, polisi juga menangkap Prayitno di Semarang dan Anik, yang sebelumnya disebut sebagai miss T dan Tika, ditangkap di Pati.

Argo mengatakan ketiganya mempunyai peran berbeda-beda. Johar diduga ikut dalam penentuan klub di grup dan jadwal pertandingan.

“Peran dari pada J ini dia kan di Jawa Tengah dia bisa menentukan klub di kelompok mana, misalnya klub delapan, klub ada 4 grup dia bisa menentukan, yang dia pilih, yang sudah komunikasi dengan dia, ditaroh di grup yang ringan, dia bisa juga menentukan hari apa mainnya, jam berapa mainnya, ada semua dia,” kata Argo.

Kepolisian menetapkan Johar lin Eng sebagai tersangka pengaturan skor sepakbola nasional.

Selain Johar, tersangka dengan inisial P dititipkan di Polda Jawa Tengah dan akan dibawa ke Jakarta, sementara tersangka dengan inisial A sudah diterbangkan ke ibukota.