Medan I rakyatmedan – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menerima penukaran uang lama mencapai Rp 526 juta.

“Masyarakat melakukan penukaran uang kertas lama sejak Kamis hingga Minggu (27-30/12/2018),” kata Pjs Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Hilman Tisnawan.

Hilman menyebutkan pecahan uang yang paling banyak ditukarkan adalah pecahan Rp50 ribu tahun emisi 1999 senilai Rp294 juta. Persentasenya mencapai lebih dari 50 persen dari total Rp526 juta tersebut.

Uang lama yang ditukar mencakup pecahan Rp100 ribu tahun emisi 1999, pecahan Rp50 ribu tahun emisi 1999, pecahan Rp20 ribu tahun emisi 1998 dan pecahan Rp10 ribu tahun emisi 1998.

“Kita telah memberikan waktu selama empat hari yakni sejak Kamis lalu hingga hari ini untuk masyarakat menukarkan uang lamanya,” katanya.

Disebutkannya dalam periode itu, masyarakat masih banyak yang menukarkan uang lama yang sudah dicabut masa edarnya.

“Ini menunjukkan banyak masyarakat yang masih menyimpan uang lama. Ini pekerjaan rumah kita untuk mensosialisasikannya. Karena uang yang telah dicabut masa edarnya (kadaluarsa) tidak dapat ditukarkan lagi,” jelasnya.

Masyarakat, sambungnya, dapat menggunakan uang lama yang telah kadaluarsa itu menjadi collector item. Namun, fungsinya bukan lagi sebagai alat pembayaran (uang) melainkan sebagai barang bersejarah (antik).

Disebutkannya uang lama ini nantinya akan diperlakukan seperti uang yang rusak, uang yang dicabut serta uang lusuh yakni dimusnahkan.

“Sebelum dimusnahkan, akan kita hitung dahulu lalu dimusnahkan dengan mesin khusus dan tanpa campur tangan manusia,” tutupnya. (rm -04)