Medan | rakyatmedan – Lembaga Kerjasama dan Urusan Internasional (LKUI) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMiSU) menggelar “Training Volunteer in Action” di Kampus Fakultas Kedokteran UMSU, Jalan Gedung Arca, Medan.

Ketua LKUI UMSU dr Eka Airlangga M.Ked (Ped)  Sp.A  menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian  program LKUI UMSU yang selama ini sudah pro aktif berkoordinasi dengan  setiap pimpinan Fakultas dan Prodi se-UMSU dalam rangka untuk mengkampanyekan pentingnya internasionalisasi. 

“Kali ini kita mencoba langsung ke mahasiswanya. Lewat kegiatan ini kita mengajak mereka untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan tentang pentingnya pemahaman terkait internasionalisasi, “ ujar Eka.

Eka menyampaikan, sebenarnya keberadaan mahasiswa asing yang belajar di UMSU itu sudah ada sejak tahun 90-an, namun aktivitas internasionalisasi  yang intensif itu baru dilaksanakan sejak 2016.

 Sejak 2016, kata Eka,  alhamdulillah  LKUI UMSU sudah bisa melaksanakan  dan mengikuti  sejumlah kegiatan  terkait internasionalisasi, diantaranya, penngiriman sejumlah mahasiswa Fakultas Pertanian UMSU magang ke Jepang.

UMSU juga sudah merealisasikan  dua angkatan program KKN Internasional ke Thailand  dengan memberangkatkan hamper 100 orang mahasiswa dari Fakultas Agama Islam. 

Kemudian mengikuti program Pertukaran Calon guru Asia Tenggara dari FKIP.

 “Kita juga sudah ikut terlibat aktif dalam kegiatan summer-camp di Yogyakarta, Medan dan Takengon,” sebutnya.

Eka juga menjelaskan, Konsep Internasionalisasi  di  Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah (PTMA) itu memiliki  ciri khas tersendiri. 

 “Kita bukan cuma fokus dalam pengembangan IQ (Intellegence Quotient ) dan EQ (Emotional Quotient ) semata,  tapi kita juga  memperhatikan pentingnya menanamkan  SQ (spiritual quotient),” jelas EKA.

Selain itu, menurut Eka, Aktivitas  LKUI sebenarnya bukan sekedar terkait dengan kegiatan kemahasiswaan saja, akan tetapi erat juga hubungannya untuk menunjang kehidupan akademik.

 “Oleh karena itu, tentunya kegiatan yang akan kita gelar dalam dua hari ini sangat penting untuk meningkatkan wawasan akademik mahasiswa, terutama berhubungan dengan internasionalisasi atau pengenalan dunia  luar sejak dini,” katanya.

Wakil rektor I UMSU Dr Muhammad Arifin Gultom SH MHum menyampaikan, UMSU bertekad menjadikan aktivitas internasionalisasi kampus sebagai  salahsatu sektor yang akan diprioritaskan pengembangannya ke depan nanti.

“Soal internasionalisasi ini, kita tidak sekedar ikut-ikutan, tapi akan kita wujudnyatakan  dalam kebijakan dan program yang konkrit, “ tegasnya.

 Arifin  menjelaskan, ikhwal internasionalisasi kampus ke depan merupakan sebuah keniscayaan yang tak bisa dielakkan, terlebih untuk menyiasati kecenderungan era globalisasi  kontemporer yang ditandai dengan kemunculan era Revolusi Industri 4.0 yang begitu menakjubkan.

 Selain itu, kata Arifin, persaingan dunia global yang kian konpetitif, biar tetap eksis dan dapat diperhitungkan, maka tentunya mengharuskan dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi, untuk mampu menyiapkan diri menghadapi realitas tantangan dan sekaligus bisa jadi peluang tersebut.

 “Karenanya, kita mengapresiasi  dan sangat mendukung kebijakan tentang  internasionalisasi  PTM yang digagas dan digalakkan Majlis Diktilitbang PP Muhammadiyah,. Ini merupakan program strategis, ”  ujarnya.

Disebutkannya beberapa tahun terakhir, akselarasi aktivitas LKUI  sebagai motor penggerak program internasionalisasi di UMSU terlihat sudah menunjukkan akselarasi yang cukup  membanggakan. 

“Lebih menggembirakan lagi, belakangan aktivitas internasionalisasi sudah mulai melibatkan mahasiswa. Salahsatunya adalah acara pada hari ini,” kata Arifin.

 Arifin mengakui, kedepan kerja LKUI UMSU  itu memang sangat besar dan berat. Namun ia yakin dengan dukungan komitmen pimpinan Universitas dan kerjakeras seluruh pengurus LKUI, tentunya tantangan itu akan bisa diatasi.

Terkait dengan materi pelatihan, LKUI bekerjasama dengan  ITS International Office yang mengirimkan  empat orang trainer, yakni  Rafli R Ramadhan, Tyas Wahyu Pramesti, Nanda Pebri Prayogo Brigitta Mayori Puteri. (rm -04))