Medan | rakyatmedan – Kepala Perum Bulog Divre I Sumut, Benhur Ngakaimi mengungkapkan, saat ini masih ditemukan pedagang yang menjual beras premium dengan harga Rp 10.000/kg, padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium hanya Rp 9.950.

Maka dari itu untuk menekan harga beras medium, Bulog bersama Satgas Pangan dan Disperindang melakukan rapat dan diputuskan boleh melakukan mixing atau campuran antara beras medium Bulog dan beras medium produk lokal.

“Setelah rapat koordinasi bersama ditetapkan beras premium Bulog boleh dicampur dengan beras premium merek lainnya. Tapi, saat dipasarkan, harga beras menjadi harga medium,” kata Kadivre Bulog Sumut, Benhur Ngkaimi saat dikonfirmasi, Selasa (1/1/2019).

Selain rapat koordinasi, Perum Bulog Divre I Sumut bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Tim Satgas Pangan dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional beberapa hari lalu.

Dalam sidak itu, tim menemukan pedagang yang masih menjual beras dengan harga di atas HET. Selain itu, beras yang dijual adalah beras campuran.

Benhur menjelaskan, saat sidak pihaknya menemukan beras campur, tapi harganya masih di atas HET beras medium yang ditetapkan, di atas Rp 10 ribu/kg. Karenanya, perbedaan HET yang hanya Rp50 masih bisa diturunkan.

“Beras yang dipasarkan juga banyak yang rusak. Kita bersama Disperindag, Satgas Pangan dan KPPU, Bulog mencoba memanggil beberapa distributor beras,” katanya

Dalam prosesnya, sebutnya, akan dilakukan pengawasan ketat jangan sampai dimanfaatkan distributor  untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

“Memang masyarakat tidak mempermasalahkan masalah kualitas tetapi preferensi konsumen (suka atau tidak suka). Karenanya kita bebaskan mixing (untuk dicampur),” ujarnya.

Benhur juga mengungkapkan, saat ini stok beras di gudang Bulog sekitar 80 ribuan ton, secara kuantitas itu jumlahnya aman. Dan dapat memasok ke semua pasar di Sumut dengan harga untuk beras curah Rp8.600 per kg.

Dengan harga ini, ketentuannya distributor jangan menjual beras di angka Rp9.500-Rp9.600 per kg. Karena, nantinya pedagang menjual beras tidak menyentuh harga Rp9.950 per kg. (rm-04)