Medan | rakyatmedan – Mahasiswa Institut Teknologi Medan (ITM) unjuk kebolehan  berkreasi dan inovasi dengan menciptakan kursi untuk bayi di bawah lima tahun (balita) dari pipa paralon.

“Melalui ajang pameran inovasi mahasiswa yang kita gelar ternyata mampu melahirkan kreasi yang inovatif dan bernilai komersil,” kata dosen mata kuliah kewirausahaan ITM Ir Ernita MM, Rabu (2/1/2019).

Menurut Ernita, inovasi kursi bayi yang berbahan baku pipa paralon itu diciptakan mahasiswanya dengan sangat sederhana tapi bermanfaat bagi anak balita.

Hasil dari kreasi dan inivasi mahasiswa itu, kata Ernita memiliki nilai bisnis. Selain harganya relatif murah juga aman serta berkualitas baik dengan dimodifikasi gambar yang menarik dan lucu.

Pada ajang yang digelar di kampus ITM Jalan Gedung Arca itu, kata Ernita, juga turut dipamerkan sejumlah  kreasi dan inovasi mahasiswa lainnya dengan bahan baku pipa dipadukan dengan bambu.

“Berbagai produk yang dipamerkan mahasiswa kita itu antara lain, ayunan dari pipa paralon, jemuran pipa, sangkar burung bambu, pot bunga, ukiran bambu, keranjang, hiasan bambu dan sebagainya,” kata Ernita. 

Disebutkannya, produk ini akan terus bergulir dan menjadi program unggulan mahasiswa ITM yang merupakan hasil inovasi dalam program kewirausahaan yang dapat dipasarkan kepada masyarakat.

Menurut Ernita, seluruh jurusan di ITM mempunyai kurikulum kewirausahaan sehingga mahasiswa didorong untuk menciptakan sesuatu berbeda dengan yang lain.

“Kita bekali mahasiswa dengan pelatihan yang menjadikan mahasiswa berkarakter tidak hanya teori tapi menciptakan ide atau gagasan yang berinovasi didukung softskill yang kelak akan menjadi nilai tambah,” kata Ernita.

Hasilnya mahasiswa bisa menampilkan produknya kepada publik berkat dukungan aplikasi ilmu yang sudah diperolehnya.

Diakuinya meski masih jauh dari keinginan, namun dia tetap memotivasi mahasiswa jangan takut bersaing, ciptakanlah ide, harus berani dan tidak malas melakukan inovasi.

“Kita memang tak berharap semua mahasiswa menjadi pengusaha, tapi yakinlah dengan kemampuan dalam berkreasi akan muncul ide dan terangsang menciptakan sesuatu yang bermanfaat,” ungkapnya.

Seperri diungkapkan salah seorang mahasiswa semester 5 jurusan teknik industri Fakultas Teknik Mesin ITM Darno Munthe.

Dia mengaku senang bisa memamerkan produk pot bunga dari bambu hasil kreasinya yang dibuat hanya memerlukan waktu satu hari saja.

Ia juga menuturkan biaya produksinya tidak terlalu besar berkisar Rp 50 ribu namun sudah menciptakan inovasi dan kreasi yang bisa dipasarkan ke masyarakat.

“Lebih baik berbuat daripada takut memulai usaha, karena untuk suskses harus dimulai dari kesalahan dan kedepannya pasti bisa diperbaiki dan disempurnakan,” katanya

Sementara itu Wakil Rektor IV ITM Ir Mustafa MT mengaku bangga karena mahasiswanya sudah menunjukkan kegigihannya menciptakan produk inovasi.. (rm-04)