Karopenmas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo. foto | istimewa
Karopenmas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo. foto | istimewa

Jakarta | rakyatmedan –  Polri telah membentuk tim penyidik untuk menyelidiki serta menganalisa dan memanggil saksi terkait kasus hoaks surat suara 7 kontainer di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Tim penyidik baru dibentuk hari ini, tim penyidik untuk melakukan pemeriksaan secara tuntas, dan komprehensif terhadap peristiwa pidana tersebut. Data laporan dari KPU ataupun dari relawan-relawan dengan bukti dan data yang dibawa akan dilakukan analisa,” ujar Karopenmas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, dikutip dari laman ntmcpolri.info, Jumat (4/1).

Kasus hoaks surat suara ini sebelumnya dilaporkan oleh KPU. KPU menganggap kasus hoax yang menimpa KPU saat ini berlebihan. Tak hanya KPU, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf juga ikut melaporkan kasus tersebut. Bahkan, nama Wasekjen Partai Demokrat menjadi terlapornya.

Dedi menjelaskan, setelah melakukan analisa mengenai kasus surat suara itu, tim penyidik akan membuat urutan jadwal untuk melakukan pemeriksaan saksi terhadap orang-orang yang berkepentingan atas kasus itu. Dia juga mengatakan siapa saja yang membuat, menyebarkan, hoax tersebut akan diperiksa menjadi saksi atas kasus ini.

“Kemudian penyidik nanti akan membuat suatu timeline sesuai dengan manajemen penyidikan, siapa-siapa saja yang berkompeten akan dipanggil dalam rangka untuk membuat terang benderang peristiwa tersebut, siapa saja nanti yang terlibat, baik itu membuat, menyebarkan dan ikut memviralkan itu akan dipanggil semua,” jelasnya.

Dia juga menuturkan terkait kasus ini, saat ini polisi telah terfokus ke tiga daerah yaitu Jakarta, Semarang, Kalimantan Timur. Tiga daerah ini berdasarkan dari temuan dari KPU.

“KPU juga udah menyerahkan hasil print yang akun-akun menyebarkan berita hoax tersebut, kemudian dari hasil patroli cyber, dari penyidik sudah memprofil terhadap di tiga kota, di Jakarta, Semarang, dan Kaltim. Nah ini fokus yang akan didalami oleh tim tersebut,” pungkas Dedi.

Kasus ini bermula dari rekaman suara yang menyebar di WhatsApp yang menyebutkan ada 7 kontainer yang berisi surat suara yang sudah dicoblos untuk pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin. Wasekjen Partai Demokrat pun lantas mencuit dalam akun Twitter-nya soal kabar itu.

Dalam cuitannya, Andi meminta agar kabar 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos itu dicek kebenarannya. Untuk saat ini, cuitan itu dihapus dari Twitter Andi.