Ilustrasi | foto: istimewa
Ilustrasi | foto: istimewa

Jakarta | rakyatmedan – Polisi menyebutkan pelaku penyebar berita bohong alias hoaks terkait tujuh kontainer berisi surat suara yang dicoblos pada kolom nomor urut 01 akan dijerat pasal UU ITE dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

“Berita bohong itu diatur dalam Undang-Undang, ancaman hukumannya 10 tahun,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (4/1).

Mantan Karo Penmas Divisi Humas Polri ini menyebutkan pihaknya telah membuat tim khusus untuk menuntaskan siapa pelaku penyebar hoaks. Hal ini dilakukan agar Pemilu 2019 berjalan kondusif.

“Sudah dibuat tim, dibagi sub tim sedang melakukan kegiatan penyelidikan,” ucapnya.

Sebelumnya, tim gabungan Bareskrim Polri telah menangkap dua pelaku penyebar kabar hoaks di Bogor dan Balikpapan berinisial HY dan LS.

“Dari tim yang sudah dibentuk Kabareskrim dengan cepat dan saat ini sudah diamankan dua orang,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (4/1).