Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanty. | foto: istimewa
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanty. | foto: istimewa

Jakarta | rakyatmedan – Sebanyak 98 pebulutangkis putra dan putri dipanggil untuk mengisi jajaran pelatnas utama dan pratama PBSI. Mengacu pada Surat Keputusa nomor SKEP/001/0.3/I/2019, telah ditetapkan nama-nama pemain berdasarkan hasil pantauan serta penilaian pelatih dan tim Pembinaan dan Prestasi PP PBSI dalam satu tahun terakhir.

Ketua Umum PP PBSI Wiranto telah menandatangani SK Promosi dan Degradasi 2019, surat keputusan juga telah telah diinformasikan kepada klub-klub yang menaungi para pemain pelatnas.

Seluruh atlet yang dipanggil memulai latihan di pelatnas pada hari Senin (7/1). Sebelumnya pada 10 Desember 2018, seluruh pemain telah dipulangkan ke klub masing-masing. Namun ada beberapa pemain yang tak meninggalkan pelatnas masih mengikuti latihan untuk persiapan menuju turnamen Thailand Masters yang akan berlangsung di Bangkok pada awal Januari 2019.

Sama seperti tahun sebelumnya, penghuni pelatnas tetap akan dibagi menjadi dua level yaitu level utama dan pratama. Mulai tahun 2019, PBSI menetapkan empat klasifikasi Surat Keputusan (SK) bagi tiap atlet, terdiri dari SK Prioritas, SK Utama, SK Pratama dan SK Magang. Atlet dengan SK Prioritas adalah mereka yang diproyeksikan untuk Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.

Perbedaan mendasar dari keempat SK ini adalah jumlah turnamen yang diikuti para atletnya dalam setahun. Jika ingin menambah jumlah turnamen yang diikuti, pemain dapat berangkat menggunakan biaya sendiri. Selebihnya, soal fasilitas latihan, makan, asrama, semua ditanggung oleh PBSI.

Nama pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan kini tak lagi ada di daftar tim ganda putra karena keduanya memutuskan untuk menjadi pemain profesional. Pasangan Juara Dunia 2015 dan 2013 ini masih tetap akan berlatih bersama tim ganda putra pelatnas, namun sebagai pemain profesional, Hendra/Ahsan menanggung sendiri biaya turnamen yang akan mereka ikuti.

Pemain ganda putri Nitya Krishinda Maheswari juga tak tercantum di daftar tim ganda putri. Namun ia rencananya akan membantu tim kepelatihan di pelatnas.

Sementara itu, dua pemain ganda campuran, Liliyana Natsir dan Debby Susanto yang telah memutuskan untuk gantung raket, menjadi penghuni pelatnas SK Utama hingga Januari 2019.
 
“Ada beberapa pertimbangan dalam menentukan nama-nama pemain yang dipanggil kembali ke pelatnas. Diantaranya dilihat dari segi prestasi, potensi, usia dan target baik di jangka pendek maupun jangka panjang,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanty.

“Untuk Nitya, melihat kondisi pasca cedera dan usianya, tidak memungkinkan untuk bisa bersaing lagi. Tetapi rencananya akan diperbantukan di tim kepelatihan dan ini akan kami bicarakan lebih lanjut,” ungkap Susy.