Gubsu Edy Rahmayadi foto bersama rektor dan yayasan UISU pada Milad ke 68 di kampus tersebut Jalan SM Raja Medan

Medan | rakyatmedan – Gubernur Sumatera Utara  (Gubsu) H Edy Rahmayadi menyatakan siap turun gunung membantu Universitas Islam Sumatera Utara (UISU). Pasalnya dia juga punya tanggung jawab membesarkan universitas ini, sebab selain sebagai alumni juga gubernur.

 “Mulai sekarang saya ingin harus jelas mau dibawa kemana UISU ini. Kita harus sepakat dan bergandengan tangan sama sama membangun universitas tertua di luar P Jawa ini dan jangan ada lagi salah menyalahkan dalam pengelolaannya,” kata Edy Rahmayadi di Auditorium UISU, Jalan SM Raja Medan, Senin (7/1/2019).

Kehadiran Edy ke kampus UISU ini dalam memenuhi undangan sekaligus memberikan sambutan pada Milad ke-68 Yayasan UISU, Milad ke-67 UISU, Milad ke-67 Fakultas Hukum, dan Milad ke-61 FKIP serta pengukuhan Guru Besar FH UISU Prof Roswita Sitompul SH MHum PhD

Menurutnya sebagai alumni dia punya memori khusus tentang UISU. Karena kampus ini yang mempertemukan dirinya dengan istrinya yang juga alumni Fakultas Ekonomi UISU.

Edy juga menyatakan, setuju dengan saran Kepala LLDikti Wilayah Sumut Prof Dian Armanto Ph.D bahwa Yayasan jangan ikut campur dalam urusan pelaksanaan akademik.

Dalam hal ini, Rektor UISU ke depan harus diibaratkan sebagai nakhoda kapal, harus diberi kewenangan penuh untuk membawa kapal ke pelabuhan yang dituju.

 “Saya berbicara di sini bukan sebagai gubernur, tapi sebagai alumni. Saya tak mau universitas ini ke depan tak jelas arahnya. UISU adalah universitas yang tertua dan terbesar. Karenanya saya bersedia dan menyiapkan diri ikut serta sebagai panitia seleksi Rektor UISU ke depan. Sebagai alumni, kalau diminta saya akan turun gunung untuk itu,” tegas Edy Rahmayadi.

Kepala Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LL Dikti) Wilayah I Sumut, (LLDikti) Prof. Dian Armanto dalam sambutannya mengingatkan agar UISU terus berbenah dan memberlakukan pembagian tugas yang jelas antara Pembina, Pengurus dan Rektor.

Secara gamblang, Prof. Dian meminta agar Pengurus Yayasan tidak mencampuri persoalan akademik yang merupakan kewenangan Rektor dan melakukan perubahasan terhadap statuta UISU.

“Rektor harus diberikan kewenangan penuh untuk menentukan wakilnya, dekan hingga untuk pimpinan Prodi,” ujarnya.

Hal yang sama, kata prof. Dian juga diberlakukan kepada pengurus Yayasan yakni bagaimana Yayasan diberikan target untuk membuat gebrakan dalam rangka membangun UISU, slahsatunya Pengurus yayasan harus mampu untuk membangun Rumah Sakit.

Prof. Dian Armanto, PhD MPd mengakui sudah banyak kemajuan yang digapai UISU saat ini. Hal itu dibuktikan saat UISU mampu memperoleh peringkat pertama PTS di wilayah Sumatera Utara.

“Saya yakin dengan membangun kerjasama dengan universitas luar negeri, maka UISU mendatang akan menjadi lebih unggul, apalagi didukung dengan banyaknya tersedia guru besar,”kata Dian Armanto.

Rektor UISU, Prof Dr Ir Mhd Asaad MSi dalam sambutannya mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan membangun UISU lebih baik lagi.

“Mari bekerjasama untuk mewujudkan harapan dan cita-cita UISU menjadi perguruan tinggi yang islami  sesuai visi dan misi universitas ini,”harapnya.

Pada peringatakan Milad yang ditandai dengan pembukaan sidang senat terbuka itu juga diisi dengan orasi ilmiah serta pemberian bingkisan kepada keluarga pendiri UISU dan mantan rektor.

Hadir dalam acara itu, Ketua Pembina Yayasan UISU, T. Hamdy Osman Delikhan Alhajj, serta jajaran Pembina UISU lainnya.

Selain itu juga Rektor UISU, Prof. Dr. Ir. Mhd. Asaad, Msi beserta jajaran Pembantu Rektor, Dekan, Wakil Dekan dan Pimpinan prodi di lingkungan UISU. Hadir juga kalangan dosen, pegawai dan mahasiswa yang ikut memeriahkan peringatakan kegiatan Milad. (rm-04)