DITANGKAP Rahmat, pelaku pemerkosaan dan penyekapan terhadap gadis belia di Makassar, saat ditangkap petugas di halaman rumah sakit, Senin (14/1). | foto: inews
DITANGKAP Rahmat, pelaku pemerkosaan dan penyekapan terhadap gadis belia di Makassar, saat ditangkap petugas di halaman rumah sakit, Senin (14/1). | foto: inews

Jakarta | rakyatmedan – Remaja putri berusia 14 tahun disekap dan diperkosa oleh tiga pemuda di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ia disekap Jalan Sultan Alauddin Kecamatan Tamalate, Makassar, sejak Kamis, 10 Januari 2019, hingga akhirnya berhasil membebaskan diri pada Minggu, 13 Januari 2019.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto, mengecam keras kasus kekerasan seksual yang menimpa korban. Menurutnya, pemerkosaan merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

“Kami mengecam keras atas tindakan kejahatan seksual tersebut. Apapun alasannya tindakan pemerkosaan tak dibenarkan,” kata Ketua KPAI Susanto saat dihubungi, Minggu (13/1) malam.

Kasus ini bermula saat korban berkenalan dengan salahsatu pelaku berinisial RM melalui media sosial Facebook. Pelaku kemudian mengajak korban untuk jalan-jalan ke Pantai Losari, Makassar.

Bukannya ke Pantai Losari, pelaku malah membawa korban ke rumah toko (ruko) tempatnya bekerja, Jalan Sultan Alauddin Kecamatan Tamalate, Makassar, kemudian menyekap gadis malang itu. Selama penyekapan itu, korban diperkosa pelaku RM dan dua pria lainnya.

KPAI mengimbau kepada orang tua untuk mengawasi anak-anak untuk berhati-hati dalam bersosialisasi di media sosial.

“Orang tua juga perlu memantau, mendampingi aktivitas anak dalam bermedsos. Karena kerentanan anak menjadi korban cukup tinggi jika tak memiliki kemampuan literasi yang memadai dalam bermedsos,” ujar Susanto.

Susanto juga meminta pada Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TPA) setempat turut mendampingi korban mengatasi trauma. Ia meminta agar pendampingan tersebut dilakukan hingga korban sembuh dan beraktivitas kembali.

“Kami meminta P2TP2A Kota Makassar agar melakukan rehabilitasi secara tuntas agar korban pulih kembali dan tidak menyisakan masalah di kemudian hari,” kata Susanto.

Sementara itu, dalam kasus ini, korban yang masih berusia 14 tahun mengalami trauma atas hal yang dialaminya.

Sementara 2 pelaku penyekapan dan pemerkosaan telah ditangkap. Kini, polisi masih memburu RM, pelaku yang berkenalan dengan korban di medsos.