Medan | rakyatmedan – Institut Teknologi Medan (ITM) sebagai perguruan tinggi di bidang teknik turut berperan memberikan pemahaman tentang kebumian.

“Hal ini dirasakan penting mengingat posisi strategis Indonesia termasuk rentan dengan gejala gempa bumi,” kata Wakil Rektor I ITM Hermansyah Alam MT di kampus tersebut, Sabtu petang (19/1/2019).

Menurut Hermansyah, sebagai bentuk peran serta dalam pemahaman kebumian, ITM turut berpartisipasi di kolokium pusat survei geologi di Hotel Aryaduta Jakarta belum lama ini.

Pada kolokium (pertemuan keahlian) tentang survei geologi itu mengusung tema penyediaan data dasar kebumian untuk menjawab isu strategis nasional .

Hermansyah mengatakan, keikutsertaan ITM pada kolokium itu karena sesuai realisasi Jurusan Teknik Geologi ITM yaitu mengembangtumbuhkan riset dan penyelidikan serta penyebarluasan informasi kebumian ke masyarakat luas.

Herman menjelaskan, riset tersebut sebagai data dasar untuk digunakan pada kegiatan yang sifatnya lebih hilir dalam menunjang pembangunan di bidang sumberdaya energi dan mineral, pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Selain itu untuk tata ruang dan pengembangan wilayah dan mitigasi bencana alam yang dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudy Suhendar mengatakan, wilayah Indonesia secara kondisi geologi dan teknonik rawan terhadap bencana alam geologi.

“Belajar dari kehancuran infrastruktur saat terjadi gempa di beberapa wilayah, maka kedepan pembangunan infrastruktur harus ramah atau berwawasan bencana alam geologi,” katanya.

Menurut Rudy, kolokium tersebut merupakan acara penting karena bagian dari upaya Badan Geologi, dalam hal ini Pusat Survei Geologi untuk menyebar luaskan data dan informasi kebumian dalam kaitannya dengan pembangunan, investasi, mitigasi bencana geologi dan juga pengembangan ilmu pengetahuan kebumian.

Disamping itu menurutnya peran perguruan tinggi sangatlah penting dalam memberikan pemahaman tentang kebumian hal ini dirasakan penting meningat posisi strategis Indonesia termasuk rentan dengan gejala gempa bumi. (rm-04)