MENDANGARKAN TUNTUTAN. Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sukran Jamilan Tanjung dan kerabatnya, Amirsyah Tanjung saat mendengarkan tuntutan di PN Medan. | foto: istimewa
MENDANGARKAN TUNTUTAN. Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sukran Jamilan Tanjung dan kerabatnya, Amirsyah Tanjung saat mendengarkan tuntutan di PN Medan. | foto: istimewa

Medan | rakyatmedan –  Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sukran Jamilan Tanjung dan kerabatnya, Amirsyah Tanjung dituntut tiga tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus tindak pidana penipuan.

Tuntutan terhadap Sukran dan Amirsyah dibacakan JPU Rosinta dalam persidangan yang digelar di Ruang Cakra VI Pengadilan Negeri Medan, Selasa (22/1).

“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini, agar menyatakan terdakwa bersalah melanggar Pasal 378 juncto Pasal 55(1) ke 1 dan meminta agar terdakwa dihukum dengan tiga tahun penjara,” kata JPU Rosinta di hadapan majelis hakim yang diketuai Saryana.

Rosinta mengungkapkan, kedua terdakwa menipu dengan menjanjikan proyek rehab puskesmas kepada saksi korban Yosua Maruduy Tua Habeahan.

“Bedasarkan keteranga saksi, terdakwa meminta uang sebesar Rp450 juta. Walaupun uang sudah ditransfer, proyek yang dijanjikan juga tidak ada sehingga melaporkan kasus ini ke Polda Sumatera Utara,” ujarnya.

Terhadap tuntutan ini, baik Sukran dan kerabatnya Amirsyah menyatakan akan mengajukan pembelaan (Pledoi) dalam persidangan selanjutnya.