Polres Pelabuhan Belawan saat ekspose kasus pengungkapan peredaran uang palsu.| foto: inews
Polres Pelabuhan Belawan saat ekspose kasus pengungkapan peredaran uang palsu.| foto: inews

Medan | rakyatmedan – Polisi membongkar jaringan peredaran uang palsu (upal) yang kerap beroperasi di daerah Belawan. Dua pelaku ditangkap anggota Satreskrim Polsek Belawan dan Polres Pelabuhan Belawan, sedangkan dua lainnya buron.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut. Dia mengatakan, kedua pelaku diamankan di kediamannya masing-masing, Senin (21/1).

“Saat ditangkap, anggota kami menyita uang palsu pecahan Rp100.000 sebanyak 38 lembar dari salah satu rumah tersangka,” ujar Ikhwan, Rabu (23/1).

Identitas pelaku yakni Anugerah Hutasuhut (37), warga blok I lorong VI, Kelurahan Belawan Sicanang, Medan Belawan dan Rindi Antika alias Tika (30) warga Jalan Jawa, Gang V, Kelurahan Belawan II, Medan Belawan.

Dia menjelaskan, penangkapan kedua tersangka berawal dari laporan masyarakat yang resah karena tingginya peredaran uang palsu belakangan ini. Informasi diterima petugas Polres Pelabuhan Belawan yang langsung turun tangan melakukan penyelidikan.

Hasil pengembangan, petugas menciduk tersangka Anugerah Hutasuhut. Dari pengakuannya, dia memeroleh upal tersebut dari seorang bernama Zul, suami dari tersangka Tika saat menggadaikan sepeda motor miliknya.

“Jadi dari hasil menggadaikan sepeda motornya, tersangka Anugerah mendapatkan 28 lembar pecahan uang palsu senilai Rp100.000 dari Zul. Tersangka tahu itu uang palsu dan tetap mempergunakannya,” kata Ikhwan.

Polisi selanjutnya mengejar Zul dan mendatangi rumahnya. Namun di lokasi itu hanya didapati istrinya, yakni tersangka Tika.

“Saat rumahnya kami geledah ditemukan pecahan uang palsu Rp100.000 sebanyak 10 lembar,” ucapnya.

Berdasarkan keterangan Tika, upal itu mereka peroleh dari seorang rekan bernama Am. Saat ini kedua pelaku telah diamankan di Polsek Belawan untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Kami masih mengejar dua tersangka lainnya atas kasus peredaran uang palsu ini,” tuturnya. (rm/in)