Kericuhan antara pedagang dan petugas gabungan saat razia PKL di Deliserdang. | foto: inews
Kericuhan antara pedagang dan petugas gabungan saat razia PKL di Deliserdang. | foto: inews

Deliserdang | rakyatmedan – Penertiban pedagang kaki lima (PKL) oleh petugas gabungan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Kepolisian di Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang berakhir ricuh.  Petugas dan pedagang nyaris terlibat bentrok dan adu pukul.

Keributan berawal saat petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Deliserdang hendak membawa salahsatu mobil pick-up milik pedagang. Dari sana terjadi perlawanan dari mereka karena menolak mobilnya diangkut.

Keributan ini sempat mengundang perhatian warga. Aksi saling dorong antara petugas dengan pedagang tampak berlangsung dramatis, bahkan mereka hendak mengarahkan pukulan ke petugas.

Bentrokan ini mulai mereda setelah petugas kepolisian mengambil tindakan cepat dengan menilang mobil pick-up pedagang tersebut. Alasannya, karena dianggap melanggar lalu lintas dengan berjualan di area yang dilarang.

Kasat Satpol PP Deliserdang, Suryadi Aritonang mengatakan, penertiban ini dilakukan karena keberadaan para pedagang yang menggunakan mobil bak terbuka menjadi biang kemacetan di kawasan kota Lubukpakam.

“Konsep Deliserdang kan Deliserdang Berseri. Jadi ketika kita lihat para pedagang dengan meggunakan mobil bak terbuka mulai menjamur, kita lakukan penertiban,” kata Suryadi di sela penertiban PKL, Kamis (24/1).

Suryadi juga mengatakan, mobil-mobil pick-up akan dibawa ke dinas perhubungan (dishub). Selanjutnya akan dilakukan tindakan penilangan, sehingga warga yang hendak mengambil mobil harus lewat prosedur hukum.

“Selain itu, para pedagang juga kita minta membuat surat pernyataan agar tidak kembali berjualan di bahu jalan karena menyebabkan kemacetan,” ujar dia. (rm/in)