Medan | rakyatmedan – Pengamat Politik Rocky memberikan pencerahan kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sunatera Utara (UMSU) tentang pentingnya merawat akal-sehat untuk kemaslahatan bangsa.

“Generasi milenial sekarang dan ke depan hanya bisa dirawat oleh pikiran kampus. Bertumbuhlah pikiran di atas dasar tradisi akademik,” ujarnya, Kamis (24/1/2019) di Aula Pascasarjana UMSU, Jalan Denai Medan.

Kuliah Umum bertajuk “Melawan Hoaks dengan Komunikasi Akal Sehat” diselenggarakan Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi FISIP UMSU yang selain dipadati ratusan mahasiswa juga hdosen yang antusias ingin bertemu dan mendapat kuliah akal sehat dari Rocky Gerung.

Hadir pada kuliah umum itu Rektor UMSU Dr Agussani MAP diwakili Dr Rudianto MSi selaku WR III didampingi WR II Akrim MPd, Dekan FISIP Dr Arifin Saleh MSP, pimpinan Prodi Ilmu Komunikasi dan para dosen.

Nama Rocky Gerung kian dikenal setelah menjadi pembicara tetap dalam acara talkshow Indonesia Lawyers Club (ILC). Gaya Rocky selalu keras dalam mengkritik situasi politik dan pemerintahan saat ini.

Sebut saja kata ‘dungu’ dan ‘fiksi’ yang populer dilontarkannya dalam acara ILC. Oleh karena itu kuliah umum yang disampaikannya di UMSU sontak mengundang antusiasme mahasiswa menyaksikan pemaparannya.

Mantan dosen Filsafat Universitas Indonesia (UI) ini mengungkapkan, tugas utama negara itu adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Tapi sayangnya, kata Rocky Gerung, tidak ada pedagogi yang ditunjukkan tradisi politik dan kekuasaan di negeri ini.

Justru ia melihat yang mencolok terlihat itu adalah demagogi, yakni mengajarkan tradisi menghapal. Misalnya menghapal nama-nama ikan.

“Pada hal para pendiri bangsa ini mengajarkan kita untuk berpikir kritis, bukan jadi bangsa penghapal,” tegasnya.

Menurutnya, kampus bukan cuma tempat untuk mendidik orang untuk berpikir teoritis dan metodis, tapi juga seharusnya mengajari orang untuk berani ‘menggeleng’.

“Menggeleng maksudnya punya nyali tuk mengkritisi bahkan menolak sesuatu yang tidak sesuai dengan akal sehat,” sebutnya.

Kemudian ia juga mengapresiasi konsisitensi Muhammadiyah dalam merawat akal sehat bangsa ini lewat lembaga-lembaga pendidikan yang dimilikinya.

Menurutnya, tak bisa dibantah, bahwa Muhammadiyah telah berbuat banyak membangun tradisi akal sehat untuk republik ini.

“Bahkan jauh sebelum negara ini merdeka,” ujarnya. (rm-04)