CEO Facebook Mark Zuckerberg. (Wikipedia)
CEO Facebook Mark Zuckerberg. (Wikipedia)

Jakarta | rakyatmedan – Mark Zuckerberg mengatakan bahwa pada awalnya, dia tidak berencana membuat perusahaan global.

Namun, satu bulan sebelum ulang tahun Facebook yang ke-15, Zuckerberg menjawab pertanyaan yang sering ditanyakan terkait perusahaan media sosial terbesar yang dia buat. Dalam sebuah artikel opini yang dirilis di Wall Street Journal, Zukerberg menjelaskan tentang “fakta-fakta terkait Facebook”, khususnya terkait iklan dan privasi data, lapor CNET.

Zuckerberg mengatakan, dia sering mendapatkan pertanyaan dari para pengguna Facebook tentang model bisnis media sosial itu. Dia kemudian memutuskan untuk memberikan penjelasan tentang bagaimana cara Facebook beroperasi.

Hal pertama yang Zuckerberg jelaskan, iklan membuat Facebook bisa digunakan secara gratis.

“Jika kami berkomitmen untuk melayani semua orang, kami perlu layanan dengan harga yang bisa dijangkau semua orang. Cara terbaik untuk melakukan itu adalah memberikan layanan gratis, yang bisa kami lakukan berkat iklan,” tulis Zuckerberg.

Pertanyaan penting yang biasa ditanyakan adalah bagaimana iklan itu ditampilkan ke pengguna. Prinsip dasar iklan tertarget, tulis Zuckerberg, adalah membuat iklan relevan pada orang yang melihatnya.

Untuk melakukan itu, Facebook harus bisa “mengerti ketertarikan” para pengguna. Namun, dia meyakinkan, pada akhirnya, pengguna tetap memiliki kendali terkait bagaimana informasi mereka digunakan.

“Berdasarkan Page yang pengguna sukai, apa yang mereka klik, dan berbagai sinyal lain, kami menciptakan kategori… dan meminta pengiklan untuk membayar ketika mereka ingin menampilkan iklan di kategori tersebut,” tulisnya.

“Anda memiliki kendali terkait informasi yang kami gunakan untuk menampilkan iklan pada Anda, dan Anda bisa memblokir pengiklan yang Anda tidak suka.”

Zuckerberg mengakui kerumitan dari model ini menimbulkan berbagai kekhawatiran, termasuk apakah Facebook menjual data pengguna atau sengaja membiarkan konten kontroversial di platform mereka dengan tujuan untuk meningkatkan tingkat interaksi pengguna.

“Kami tidak menjual data pengguna, walau kami sering dilaporkan melakukan hal itu,” tulis Zuckerberg.

“Clickbait dan konten sampah lain mungkin dapat meningkatkan interaksi dalam jangka pendek. Tapi, kami tidak akan menampilkan konten itu secara sengaja, karena itu bukan konten yang pengguna inginkan.”

Tahun lalu, Facebook menghadapi berbagai skandal, mulai dari Cambridge Analytica sampai laporan pada Desember yang menyebutkan bahwa Facebook memberikan akses lebih leluasa pada data pengguna pada perusahaan seperti Netflix dan Spotify.