Pembukaan Pensi Sound Of Demolition ke - 7 di halaman Perguruan Al Azhar Medan, Sabtu (26/1). | foto: istimewa
Pembukaan Pensi Sound Of Demolition ke - 7 di halaman Perguruan Al Azhar Medan, Sabtu (26/1). | foto: istimewa

Medan | rakyatmedan – Pemerintah Kota Medan mengapresiasi digelarnya Pentas Seni (Pensi)  Siswa-siswi Perguruan Islam Al Azhar Medan yang bertemakan Sound Of Demolition (SOD) – 7. Diharapkan Pensi ini dapat memfasilitasi minat, bakat dan potensi seluruh siswa-siswi Perguruan Al Azhar Medan dalam bidang seni dan budaya.

Demikian hal ini disampaikan Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S M.Si MH diwakili Asisten Pemerintahan dan Sosial, Drs Musaddad Nasution ketika menghadiri Pembukaan Pensi Sound Of Demolition ke – 7 di halaman Perguruan Al Azhar Medan, Sabtu (26/1).  Pembukaan ini ditandai dengan pelepasan balon ke udara dan tarian yang dibawakan siswa-siswi SMP Perguruan Al Azhar Medan.

Dikatakan walikota dalam sambutan dibacakan Asisten Pemerintahan dan Sosial, paradigma lama yang menyatakan pendidikan hanya bisa didapat di ruang kelas, harus kita ubah. Artinya pola pikir masyarakat harus terbuka untuk melihat bahwa pendidikan itu bisa didapat dimana pun kita berada.

“Jadikan alam semesta sebagai guru dan jadikan apapun sebagai sumber referensi ilmu pengetahuan yang dapat menambah kapasitas diri kita, salah satunya melalui ajang pentas seni dan budaya yang digelar hari ini,” kata Musaddad.

Dijelaskan Mussadad, dihadapan Pembina Yayasan Hajjah Racmah  Nasution, Mahyuzar Nasution, Ketua Yayasan, Riza Novida, Plt Kadis Pendidikan Drs. Mara Sutan Siregar dan para Guru Perguruan Al Azhar, masuknya budaya asing ke dalam budaya Indonesia bisa berdampak positif namun tak jarang malah negatif. Artinya jika generasi muda tidak segera memperkaya diri dengan nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia buka tidak mungkin generasi mendatang akan menjadi generasi yang tercabut dari akar budayanya.

“Atasnama Pemko Medan, saya mengapresiasi Perguruan Al Azhar, menggelar kegiatan Sound Of Demolition ke -7. Tentunya kegiatan ini menunjukkan bahwa generasi muda kini masih terus peduli terhadap pengembangan ilmu pengetahuan sambil tetap menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur seni budaya,” jelas Musaddad.

Pembina Yayasan Hajjah Racmah Nasution, Mahyuzar Nasution menjelaskan, kegiatan Sound Of Demolition (SOD) Perguruan Al Azhar ini sudah ke tujuh kalinya Digelar. Artinya kegiatan ini merupakan sarana untuk para siswa -siswi mengasah kemampuan mereka di bidang seni dan budaya.

“Seperti tahun sebelumnya Penyelenggaraan SOD ini diisi dengan Perlombaan dan Bazar. Selain itu di acara puncak kami menghadirkan band Ibu Kota Sheila on seven sebagai menambah kemeriahan SOD ke -7 Perguruan Al Azhar Medan, jelasnya. (rm-05)